Amerika Serikat, BisnisMarket.com -
Bertahun-tahun orang bertanya: kapan Siri benar-benar pintar? Kapan asisten
andalan Apple ini setara saingan seperti ChatGPT atau Google Gemini? Jawaban
akhirnya datang, dan bukan sekadar pembaruan biasa, ini adalah perombakan
total, langkah berani yang bisa mengubah peta persaingan teknologi, sekaligus
menjadi nyawa baru bagi mesin bisnis raksasa Cupertino tersebut.
Melansir dari Bloomberg Technoz (9/6/2026), dalam
ajang WWDC 2026, Apple resmi meluncurkan sistem operasi baru: iOS 27, macOS 27
Golden Gate, watchOS 27, hingga visionOS 27, dengan bintang utamanya: Siri AI,
asisten yang didesain ulang dari nol, jauh lebih cerdas, andal, paham konteks,
dan bisa mengendalikan aplikasi dengan presisi tinggi. Ini bukan sekadar
pembaruan fitur, tapi fondasi baru untuk seluruh produk Apple ke depan.
Dua Tahun Tertunda, Akhirnya Terealisasi
Ini adalah langkah besar kedua setelah Apple merilis
Apple Intelligence dua tahun lalu. Banyak fitur yang sempat dijanjikan malah
tertunda, bahkan sempat memicu masalah hukum: bulan lalu Apple harus membayar
denda US$250 juta (sekitar Rp4 triliun) karena dianggap melebih-lebihkan
kemampuan perangkat lunak AI-nya. Kini, semua kemampuan yang semula
direncanakan rilis awal 2025 akhirnya hadir penuh.
“WWDC 2026 adalah ujian kredibilitas AI Apple. Apple
tidak perlu memenangkan persaingan AI dengan memiliki model terbesar atau demo
paling mencolok. Apple perlu membuat AI dipercaya, berguna, dan tidak terlihat
di seluruh ekosistem,” ujar analis IDC, Francisco Jeronimo, seperti dikutip
Bloomberg Technoz (9/6/2026).
Artinya: bukan soal siapa paling canggih, tapi siapa
yang bisa membuat AI bekerja nyaman, aman, dan berguna bagi jutaan pengguna, ini
adalah strategi bisnis Apple yang khas.
Rahasia di Balik Layar: Kolaborasi dengan
Google
Satu hal yang mengejutkan: kecerdasan Siri AI dan
fitur AI lainnya ditenagai oleh Apple Foundation Models generasi terbaru, yang
dikembangkan ulang memanfaatkan teknologi Google Gemini. Langkah ini
mengejutkan banyak pihak, karena selama ini Apple dikenal sangat menjaga
kemandirian teknologinya. Namun dari sisi bisnis, ini keputusan cerdas:
alih-alih berlomba membangun model dari nol dan tertinggal jauh, Apple memilih
kerja sama agar hasilnya cepat, andal, dan langsung bisa dipakai.
Apple juga menegaskan telah menyusun sistem agar
privasi pengguna tetap terjaga, meski memakai teknologi pihak luar. Ini poin
kunci agar pengguna tetap percaya pada aset paling berharga bagi bisnis Apple.