BISNISMARKET.COM - Ketidaksesuaian antara tingginya angka penyerapan tenaga kerja nasional dengan kualitas pekerjaan yang tersedia kini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Meskipun secara kuantitas penyerapan terlihat menggembirakan, isu substansial mengenai standar pekerjaan yang diterima masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.
Serikat Pekerja (OPTI) secara spesifik menyampaikan catatan penting terkait fenomena penyerapan tenaga kerja yang tinggi belakangan ini di Indonesia. Mereka menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai jenis pekerjaan yang diserap oleh pasar tenaga kerja saat ini.
Fokus utama kekhawatiran OPTI adalah pada kondisi pekerjaan yang dialami oleh kelompok pekerja rentan, khususnya buruh harian dan pekerja kontrak. Kelompok ini seringkali berada dalam posisi tawar yang lemah di sektor informal.
Kondisi pekerjaan yang dialami oleh buruh harian dan pekerja kontrak tersebut dinilai masih sangat jauh dari standar kelayakan hidup yang ideal dan seharusnya. Hal ini bertentangan dengan harapan akan adanya peningkatan kesejahteraan pekerja.
Isu mengenai kualitas kerja sektor informal ini telah ditetapkan menjadi fokus utama pemantauan ketenagakerjaan nasional yang dilakukan oleh serikat pekerja tersebut. Mereka berupaya memastikan adanya perlindungan yang memadai bagi semua lapisan pekerja.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, serikat pekerja menekankan bahwa serapan yang tinggi tidak berarti apa-apa jika tidak diimbangi dengan jaminan hak-hak dasar pekerja. Mereka menuntut adanya peningkatan standar ketenagakerjaan secara menyeluruh.
"Terdapat kekhawatiran mendalam mengenai kualitas pekerjaan yang diserap oleh pasar kerja," merupakan salah satu poin krusial yang disoroti oleh serikat pekerja mengenai data penyerapan tenaga kerja saat ini.
Serikat Pekerja (OPTI) menegaskan bahwa isu utama yang mereka angkat adalah kondisi pekerjaan bagi kelompok buruh harian dan pekerja kontrak yang masih jauh dari standar kelayakan yang diharapkan. Hal ini menjadi fokus utama serikat pekerja dalam pemantauan kondisi ketenagakerjaan nasional saat ini," demikian disampaikan perwakilan OPTI.
Secara implisit, situasi ini menuntut adanya intervensi kebijakan yang lebih tajam untuk meningkatkan mutu dan keamanan kerja di sektor informal, bukan sekadar mengejar angka serapan semata.