JAKARTA, BisnisMarket.com— Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) pagi ini masih terpantau stagnan, meskipun situasi global menunjukkan ketidakstabilan akibat berlanjutnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Pada perdagangan awal hari, Selasa (10/3/2026), nilai kontrak rupiah offshore dibuka stagnan di Rp16.982/US$, kemudian sempat melemah tipis 0,43% ke level Rp16.964/US$. 

Seiring dengan dibukanya pasar Asia, rupiah offshore berhasil kembali menguat dan diperdagangkan di Rp16.898/US$, meskipun pengaruh eksternal yang masih cukup kuat terus membayangi.

Perang AS-Israel yang menargetkan Iran terus memberikan dampak besar terhadap pasar global, terutama terkait dengan pasokan energi. 

Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal bahwa perang ini bisa segera berakhir dan operasi militer akan berjalan lebih cepat dari yang dijadwalkan. Namun, meskipun ada optimisme, kerusakan infrastruktur komoditas minyak di beberapa lokasi, termasuk Iran, menambah kekhawatiran pasar mengenai pasokan minyak mentah dunia.