JAKARTA, BisnisMarket.com -
Bayangkan, setiap detik ada ribuan transaksi terjadi hanya dengan satu kali
pindai kode! Perubahan besar sedang terjadi di depan mata kita, dan datanya
sungguh mencengangkan. Bank Indonesia (BI) baru saja merilis catatan yang membuat
dunia keuangan berdecak kagum: transformasi pembayaran nontunai di Indonesia
melesat jauh meninggalkan perkiraan, menjadi kekuatan utama yang menggerakkan
roda ekonomi nasional di awal tahun 2026.
Dilansir dari Bloomberg Technoz (21/5), hingga kuartal
pertama 2026, total volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,82 miliar
kali, tumbuh dahsyat sebesar 37,69 persen dibanding periode yang sama tahun
lalu. Pertumbuhan ini didorong perluasan jangkauan layanan dan semakin
terbiasanya masyarakat bertransaksi secara elektronik. Gubernur BI, Perry
Warjiyo, menegaskan satu hal yang paling menonjol: "Termasuk transaksi
QRIS yang tumbuh mencapai 116,43 persen secara tahunan. Kinerja tersebut didukung
oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," katanya dalam konferensi
pers 20 Mei lalu. Angka ini berarti jumlah transaksi lewat QRIS lebih dari dua
kali lipat dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan yang luar biasa cepat dan
belum pernah terjadi sebelumnya.
QRIS: Bintang Utama yang Mengubah
Segalanya
QRIS kini bukan lagi sekadar alat bayar, melainkan
simbol kemajuan ekonomi Indonesia. Data BI mencatat jumlah pengguna QRIS sudah
menembus 60,77 juta orang dan diterima di 44 juta lokasi usaha, 90 persennya
adalah UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Pertumbuhan 116 persen
ini membuktikan bahwa kemudahan, kecepatan, dan keamanan membuat masyarakat
dari kota besar hingga pelosok desa meninggalkan uang tunai. Menurut pengamat
ekonomi, lonjakan ini sangat logis karena QRIS menjembatani kesenjangan
keuangan: pedagang kecil jadi lebih mudah berbisnis, konsumen lebih praktis,
dan arus uang berputar jauh lebih cepat. Bahkan proyeksi ekonomi digital
Indonesia tahun 2026 diperkirakan tembus US$ 130 miliar, dan QRIS menyumbang
peran terbesar di dalamnya.
Infrastruktur Kuat: BI-FAST dan BI-RTGS
Penopang Utama
Kehebatan ini tak lepas dari sistem pendukung andal.
BI-FAST, layanan transfer cepat, mencatat 1,4 miliar transaksi, naik 30,82
persen, dengan nilai uang yang berpindah mencapai Rp 3.519 triliun. Ini bukti
transaksi harian masyarakat dan usaha makin lancar dan murah. Sementara untuk
transaksi bernilai sangat besar antar bank atau korporasi, sistem BI-RTGS tetap
kokoh. Meski jumlah transaksinya sedikit turun 0,2 persen, nilai uang yang
mengalir justru naik 11,26 persen jadi Rp 51.490 triliun, menunjukkan bisnis
besar tetap berjalan stabil dan tumbuh sehat.
Selain itu, transaksi lewat aplikasi perbankan juga
tumbuh positif: perbankan bergerak naik 11,82 persen, dan layanan internet
banking naik 17,13 persen. Uang tunai yang beredar pun masih tumbuh wajar 8,59
persen jadi Rp 1.347 triliun, menandakan keseimbangan antara dunia digital dan
fisik tetap terjaga baik.
Target Besar: 60 Juta Pengguna dan Masa
Depan Cerah
Perry Warjiyo punya ambisi besar: tahun depan jumlah
pengguna QRIS harus tembus lebih dari 60 juta orang, bahkan ekspansi ke luar
negeri terus dilakukan, sudah terhubung dengan Korea Selatan, Tiongkok, dan
negara lain. Dampaknya sangat nyata: inklusi keuangan makin luas, biaya
transaksi turun drastis, dan ekonomi makro makin tangguh. Lembaga riset ekonomi
memprediksi, semakin kuat sistem pembayaran ini, semakin tinggi potensi
pertumbuhan ekonomi RI bisa tembus 5,3–5,7 persen tahun ini, di atas rata-rata
negara tetangga.