Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menunjukkan taringnya pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (27/2). Meskipun sempat mengalami tekanan, pasar modal Indonesia masih menyimpan potensi penguatan yang cukup signifikan bagi para investor. Pergerakan indeks hari ini akan menjadi penentu arah tren pasar dalam jangka pendek ke depan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan optimis bahwa IHSG berpeluang menembus level 8.440 hingga 8.650. Namun, ia juga mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya koreksi lanjutan. Rentang penurunan tersebut diperkirakan berada pada level 8.081 sampai 8.149 jika tekanan jual kembali meningkat.
Berdasarkan riset hariannya, Herditya memproyeksikan pergerakan indeks akan berada pada titik support 8.025 dan 7.861. Sementara itu, target resistance yang harus ditembus untuk mengonfirmasi penguatan berada di level 8.408 dan 8.596. Sejumlah saham seperti BBRI, BKSL, ENRG, dan MDKA menjadi pilihan menarik untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini.
Pandangan senada datang dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, yang melihat adanya fase konsolidasi bullish. Secara teknikal, posisi indeks saat ini berhasil bertahan di atas garis Moving Average 20 (MA20) meskipun indikator Stochastics menunjukkan sinyal negatif. Nafan menekankan bahwa kenaikan volume perdagangan dan indikator RSI yang positif memberikan harapan bagi pergerakan hijau.
Nafan menyarankan agar para investor mulai mengakumulasi saham-saham pilihan yang memiliki fundamental solid serta valuasi yang masih tergolong murah. Fokus utama sebaiknya diarahkan pada emiten yang menunjukkan tanda-tanda pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin secara ketat. Untuk perdagangan kali ini, ia merekomendasikan saham ARCI, AUTO, dan EXCL sebagai pilihan portofolio.
Prediksi Mirae Asset Sekuritas menempatkan level support IHSG pada angka 8.142 dan 8.060 untuk mengantisipasi penurunan mendadak. Di sisi lain, potensi penguatan diproyeksikan akan menguji level resistance di angka 8.329 hingga 8.408. Estimasi ini didasarkan pada dinamika pasar global dan domestik yang memengaruhi psikologi para pelaku pasar modal di akhir pekan.
Menilik kinerja sebelumnya, IHSG terparkir di level 8.235 dengan pelemahan sebesar 1,04 persen pada Kamis (26/2) sore. Data RTI Infokom mencatat total transaksi mencapai Rp28,14 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 56,52 miliar saham. Sebanyak 146 saham tercatat menguat, sementara 568 saham lainnya terkoreksi dan 105 saham bergerak stagnan pada penutupan kemarin.
Sumber: Cnnindonesia