JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Nama Lodewyk Pusung kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2 Juni 2026. Dalam restrukturisasi tersebut, Lodewyk tidak lagi menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.

Lodewyk Pusung merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang di dunia militer. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada tahun 1960 ini dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam bidang operasi, kepemimpinan teritorial, hingga manajemen organisasi di lingkungan TNI.

Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer (Akabri) pada tahun 1985. Selama pengabdiannya, Lodewyk menempuh berbagai pendidikan militer strategis, mulai dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, hingga pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Pendidikan tersebut menjadi bekal penting yang mengantarkannya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI.

Dalam perjalanan kariernya, Lodewyk dipercaya mengemban berbagai jabatan penting. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman pada 2014. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad sebelum ditunjuk sebagai Pangdam I/Bukit Barisan pada 2015. 

Pengalaman kepemimpinannya terus bertambah ketika dipercaya menjadi Asisten Operasi Panglima TNI pada tahun 2017, salah satu posisi strategis yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan operasi militer TNI.

Selain bertugas di berbagai satuan dan wilayah Indonesia, Lodewyk juga memiliki pengalaman operasi di daerah-daerah yang memiliki tantangan keamanan tinggi, seperti Timor Timur, Papua, dan Aceh. Ia juga pernah menjalankan sejumlah penugasan luar negeri yang memperluas pengalaman dan wawasan strategisnya dalam bidang pertahanan.

Atas dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun di lingkungan militer, Lodewyk menerima berbagai penghargaan dan tanda kehormatan negara. Pada 2015, ia dianugerahi Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya. 

Selain itu, ia juga menerima sejumlah Satyalancana, di antaranya Satyalancana Bantala Yudha, Satyalancana Kebaktian Sosial, Satyalancana Wira Dharma, Satyalancana Wira Nusa, serta Satyalancana Kesetiaan.

Setelah memasuki masa purnatugas dari TNI, Lodewyk dipercaya bergabung dalam jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional. Sejak Oktober 2024, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.