JAKARTA, BisnisMarket.com - Dunia aktivisme Indonesia berduka sekaligus bergejolak. Sosok Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), kini menjadi pusat perhatian publik setelah menjadi korban serangan keji berupa penyiraman air keras. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, usai Andrie selesai mengisi sebuah podcast di YLBHI. Insiden serangan air keras ini tak hanya meninggalkan luka fisik yang mendalam, tetapi juga memicu kekhawatiran serius akan upaya pembungkaman terhadap suara-suara kritis pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah air.

Perjuangan Tanpa Henti: Dari LBH Jakarta Hingga KontraS

Profil Andrie Yunus adalah potret seorang pejuang HAM yang tak kenal lelah. Lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera angkatan 2020, yang meraih gelar sarjana hukum melalui Beasiswa Jentera, Andrie telah menunjukkan dedikasinya pada keadilan sejak awal karirnya. Skripsinya yang menyoroti peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum bagi masyarakat luas menjadi bukti komitmennya.

Sebelum bergabung dengan KontraS pada tahun 2022, Andrie Yunus telah menorehkan rekam jejak yang gemilang sebagai advokat publik di LBH Jakarta selama periode 2019 hingga 2022. Di LBH Jakarta, ia aktif menangani berbagai perkara yang berkaitan erat dengan kebebasan sipil dan perlindungan hak-hak masyarakat marginal. Pengalamannya di garis depan penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan berprinsip.

Sejak mengabdikan diri di KontraS, Andrie dikenal sebagai sosok yang konsisten dan vokal dalam menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai kebijakan negara. Perhatian utamanya seringkali tertuju pada isu-isu krusial terkait reformasi sektor keamanan. Salah satu isu yang paling sering ia suarakan adalah kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI, yang dinilai berpotensi memperluas peran militer ke ranah sipil, sebuah langkah yang menurutnya dapat mengancam demokrasi.

Aksi Protes dan Pembelaan yang Mengundang Perhatian

Tak hanya sekadar bersuara, Andrie Yunus juga aktif dalam aksi nyata. Pada tahun 2025, bersama aktivis lainnya, ia turut menggeruduk rapat tertutup pembahasan revisi UU TNI di sebuah hotel di Jakarta sebagai bentuk protes atas potensi perluasan peran militer. Keberaniannya dalam menyuarakan aspirasi masyarakat sipil juga terbukti ketika ia memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi, mewakili perspektif masyarakat sipil yang seringkali terpinggirkan.

Tragedi Mengerikan: Serangan Air Keras yang Menggemparkan

Malam nahas 12 Maret 2026 menjadi saksi bisu kekejaman yang menimpa Andrie Yunus. Saat sedang dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor usai mengisi podcast di YLBHI dengan topik "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia", dua orang tak dikenal yang mengendarai motor matic Honda Beat mendekatinya dari arah berlawanan di Jalan Salemba I – Talang. Tanpa peringatan, cairan korosif yang diduga kuat sebagai air keras disiramkan ke tubuh dan wajah Andrie.