JAKARTA, BisnisMarket.com – Industri otomotif nasional tengah diguncang isu besar menyusul rencana impor masif 105.000 unit kendaraan niaga (pick-up dan truk ringan) dari India.
Proyek senilai Rp24,66 triliun ini digulirkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebuah program strategis yang bertujuan memperkuat rantai pasok pangan hingga ke pelosok desa.
Meski gelombang pertama unit kendaraan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Februari 2026, kebijakan ini memicu perdebatan sengit antara pemerintah, DPR, dan pelaku industri otomotif dalam negeri.
Alasan di Balik 'Pilihan' ke India
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa keputusan mengimpor dari dua raksasa India, Mahindra & Mahindra serta Tata Motors, didasari oleh efisiensi anggaran negara (APBN).
Harga Kompetitif: Agrinas mengeklaim harga unit dari India hampir 50% lebih murah dibandingkan kompetitor di pasar lokal untuk spesifikasi yang setara.
Kebutuhan Spesifikasi 4x4: Proyek ini membutuhkan kendaraan berpenggerak empat roda (4WD) untuk menembus medan berat di persawahan dan pelosok Indonesia. Agrinas menyebut ketersediaan unit 4x4 siap pakai dengan harga terjangkau masih terbatas di manufaktur dalam negeri.
Total Efisiensi: Dengan skema pembelian besar (bulk buying), pemerintah diklaim dapat menghemat pengeluaran hingga Rp46,5 triliun dibandingkan jika membeli dengan harga pasar umum.
Detail Unit yang Diimpor