JAKARTA, BisnisMarket.com - Bayangkan, dalam waktu singkat, jumlah pekerja yang kehilangan mata pencaharian bertambah ribuan orang, melonjak drastis hampir dua kali lipat. Angka yang tercatat resmi ini bukan sekadar statistik, melainkan cerita nyata tentang ketidakpastian ekonomi yang dirasakan banyak keluarga di seluruh Indonesia. Dilansir dari Bloomberg Technoz (19/5), Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) merilis data mengejutkan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang awal tahun 2026.
Lonjakan Tajam dalam Sebulan Saja
Data resmi Kemnaker mencatat, selama Januari hingga April 2026, total ada 15.425 orang pekerja yang tercatat sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) alias menjadi pengangguran akibat PHK. Angka ini mengerikan: dibandingkan data Januari-Maret yang masih 8.389 orang, terjadi penambahan 7.036 orang atau naik hingga 83,9 Persen hanya dalam satu bulan saja!
“Pada periode Januari s.d. April 2026 terdapat 15.425 orang tenaga kerja ter-PHK yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” tulis pernyataan resmi Kemnaker.
Meski melonjak dibanding bulan sebelumnya, ada sisi yang perlu dicermati: jika dibandingkan periode sama tahun lalu, angkanya sebenarnya turun jauh. Pada Januari-April 2025, jumlah korban PHK mencapai 39.092 orang, artinya tahun ini lebih rendah, namun kenaikan tajam bulan April menjadi sinyal peringatan keras bagi stabilitas ketenagakerjaan.
Jawa Barat Paling Parah, Ini 10 Provinsi Terdampak
Dampak PHK ternyata tidak merata. Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, mencapai 3.339 orang, atau sekitar 21,6 Persen dari seluruh kasus nasional, hampir seperlima dari total angka di Indonesia.
Berikut daftar lengkap 10 provinsi dengan angka PHK tertinggi Januari-April 2026:
Jawa Barat: 3.339 orang