Perdagangan internasional Indonesia menunjukkan taringnya di pasar Amerika Serikat melalui tren pertumbuhan yang konsisten. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pengiriman komoditas ke Negeri Paman Sam terus mengalami peningkatan volume nilai yang signifikan. Capaian positif ini terjadi meski situasi ekonomi global sedang dibayangi oleh ketidakpastian kebijakan tarif dan tensi perdagangan.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Indikator Ekonomi Desember 2025, nilai ekspor terus merangkak naik. Pada tahun 2023, angka ekspor tercatat sebesar US$23,27 juta sebelum akhirnya bertumbuh menjadi US$26,53 juta setahun setelahnya. Puncaknya terjadi pada sepanjang tahun 2025 dengan total nilai pengiriman yang berhasil menembus angka US$30,98 juta.
Sektor non-migas menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak neraca perdagangan Indonesia menuju pasar Amerika. Data periode Januari hingga Desember 2024 menunjukkan nilai ekspor non-migas berada di level US$26,53 ribu. Angka tersebut kemudian berhasil melesat hingga mencapai US$30,95 ribu pada periode yang sama di tahun 2025 sesuai laporan tersebut.
Berbanding terbalik dengan sektor non-migas, pengiriman komoditas migas justru mengalami tekanan yang cukup dalam. Pada tahun 2024, nilai ekspor migas masih mampu menyentuh angka US$96,2 ribu bagi perekonomian nasional. Namun, jumlah tersebut merosot tajam menjadi hanya US$28,0 ribu saat memasuki penutupan tahun 2025 akibat dinamika pasar energi global.
Di sisi lain, aktivitas impor barang dari Amerika Serikat ke dalam negeri juga memperlihatkan tren kenaikan yang cenderung moderat. Indonesia mencatatkan nilai impor sebesar US$11,29 juta pada tahun 2023 sebagai titik awal pengamatan data ini. Kenaikan berlanjut menjadi US$12,01 juta pada 2024 dan akhirnya menyentuh angka US$12,84 juta pada pengujung 2025.
Laporan yang dikutip pada Senin (2/3/2026) ini mempertegas posisi strategis Amerika Serikat bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Peningkatan nilai ekspor ini menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal tetap kompetitif di tengah tensi perdagangan dunia yang fluktuatif. Pemerintah terus memantau dinamika kebijakan global agar momentum pertumbuhan ekspor ini tetap terjaga secara berkelanjutan.
Konsistensi kenaikan nilai ekspor selama tiga tahun berturut-turut menjadi bukti ketangguhan sektor perdagangan luar negeri Indonesia. Meskipun terdapat pergeseran nilai pada sektor migas, dominasi produk non-migas tetap menjadi andalan utama devisa negara. Sinergi antara kebijakan domestik dan peluang pasar internasional diharapkan terus memperkuat posisi tawar Indonesia di masa depan.
Sumber: Bloombergtechnoz