BISNISMARKET.COM - Peran kaum perempuan dalam memajukan perekonomian nasional Indonesia dinilai sangat signifikan dan tidak dapat dipandang sebelah mata oleh otoritas keuangan. Kontribusi ini terlihat nyata, terutama mengingat banyaknya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang saat ini dijalankan dan dipimpin oleh para perempuan.

UMKM memang telah lama diakui sebagai salah satu tulang punggung utama perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Sektor ini memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61% serta menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di berbagai daerah.

Fakta ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri acara Top Woman Fest 2026. Acara tersebut diselenggarakan di Sarinah Jakarta pada Sabtu, 25 April 2026 lalu.

Friderica menyoroti data spesifik mengenai dominasi perempuan dalam sektor UMKM di Indonesia. "Kalau kita melihat saat ini bagaimana UMKM kita banyak sekali dimiliki dan dinahkodai perempuan. 64,5% pelaku UMKM di Indonesia perempuan atau lebih dari 37% perempuan pengusaha di berbagai sektor ekonomi ini sangat berkontribusi ke perekonomian Indonesia," ujar Friderica Widyasari Dewi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi jasa tokoh besar bangsa, Raden Ajeng Kartini, yang telah berjuang keras membangkitkan martabat kaum perempuan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan historis tersebut membuahkan hasil positif bagi kemajuan bangsa.

Menurut pandangan OJK, kedudukan dan kualitas perempuan memiliki korelasi langsung dengan tinggi rendahnya kemajuan suatu bangsa secara keseluruhan. Oleh karena itu, peningkatan kontribusi perempuan harus terus didukung oleh semua pihak terkait.

Dengan semakin meningkatnya peran vital perempuan dalam ekonomi, OJK berharap berbagai pihak dapat secara aktif mendorong pemberdayaan lebih lanjut, khususnya dalam menghadapi dinamika era digitalisasi saat ini.

Friderica menjelaskan fokus pemberdayaan perempuan saat ini adalah melalui optimalisasi teknologi. "Konteksnya tentang perempuan bagaimana dorong perempuan bisa lebih berdaya apa yang dilakukan? kita bicara digitalisasi, pertumbuhan ekonomi terutama untuk prempuan lewat UMKM, digital finance bisa mendorong perempuan Indonesia," jelasnya.

Namun, peningkatan akses digitalisasi ini juga membawa tantangan baru yang perlu diatasi bersama. Masih ditemukannya kasus penipuan digital mengkhawatirkan banyak perempuan yang kurang memiliki pemahaman teknologi memadai.