BISNISMARKET.COM - Langkah korporasi besar baru saja terjadi di sektor jasa keuangan Asia Tenggara, di mana Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC) telah resmi menyelesaikan proses akuisisi bisnis wealth management ritel milik HSBC.

Akuisisi strategis ini menandai perluasan signifikan dalam jejak layanan pengelolaan kekayaan OCBC di kawasan tersebut, menegaskan posisi mereka sebagai pemain utama di pasar Asia.

Secara spesifik, transaksi ini mencakup pengambilalihan total aset kelolaan (Assets Under Management atau AUM) yang nilainya mencapai Rp 89,8 triliun.

Rincian aset tersebut terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu dana investasi senilai Rp 58,2 triliun dan dana simpanan nasabah yang berjumlah Rp 31,6 triliun.

Selain itu, portofolio kredit ritel yang turut berpindah tangan dalam kesepakatan ini memiliki nilai substansial, yaitu mencapai Rp 3,6 triliun.

Hal ini menunjukkan bahwa akuisisi tidak hanya berfokus pada layanan investasi, tetapi juga mencakup basis nasabah kredit ritel yang kuat dari HSBC.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang OCBC untuk memperkuat kapabilitas layanan kekayaan mereka di tengah meningkatnya permintaan pasar.

Dikutip dari sumber berita, nilai aset kelolaan gabungan ini menunjukkan bahwa OCBC kini mengelola investasi sebesar Rp 58,2 triliun dan simpanan ritel senilai Rp 31,6 triliun.

Portofolio kredit ritel yang menjadi bagian dari akuisisi ini juga tidak bisa diabaikan, mengingat nilainya yang mencapai Rp 3,6 triliun, sebagaimana disebutkan dalam pengumuman resmi.