Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (4/3) dengan rapor merah yang cukup mengkhawatirkan. Laju indeks langsung terjerembap ke zona negatif sesaat setelah bel pembukaan pasar modal berbunyi. Pelemahan signifikan ini memberikan tekanan besar bagi para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG merosot tajam hingga 349 poin atau sekitar 4,4 persen menuju posisi 7.896. Meski sempat menyentuh titik terendah di level 7.588, indeks berusaha merangkak naik ke level tertingginya di angka 7.897. Kondisi ini menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi pada transaksi perdagangan sesi pertama.

Aktivitas perdagangan terpantau sangat dinamis dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 24,41 miliar lembar. Nilai transaksi secara keseluruhan tercatat menembus Rp12,59 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,478 juta kali. Mayoritas emiten mengalami tekanan hebat, di mana 701 saham melemah dan hanya 49 saham yang menguat.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam tren menurun yang cukup kuat. Ia memperkirakan indeks tengah membentuk bagian dari wave (b) dalam struktur wave [x] yang lebih besar. Menurutnya, jika level support tidak mampu bertahan, indeks berpotensi menguji area 7.686 hingga 7.846 sepanjang hari ini.

Herditya memproyeksikan rentang gerak IHSG akan berada di level support 7.712 serta 7.861, dengan resistance pada 8.154 hingga 8.306. Ia tetap memberikan panduan bagi investor dengan merekomendasikan sejumlah saham potensial di tengah koreksi ini. Beberapa saham yang menjadi pilihannya antara lain adalah BRPT, DSNG, MDKA, dan juga UNTR.

Di sisi lain, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menyoroti adanya fase pelemahan minor yang dipicu oleh faktor eksternal. Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama sikap risk-off investor karena kekhawatiran terhadap inflasi global. Lonjakan biaya energi akibat ketegangan tersebut dianggap berisiko menekan pertumbuhan ekonomi dunia secara luas.

Nafan memprediksi IHSG akan bergerak pada level support 7.861 hingga 7.791 dan resistance di angka 8.060 sampai 8.142. Dirinya menyarankan agar investor lebih fokus pada saham dengan fundamental kokoh dan valuasi yang masih tergolong murah. Disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama, dengan rekomendasi saham pilihan seperti ERAA, INCO, serta BRPT.

Sumber: Cnnindonesia

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260304103809-92-1334129/ihsg-melorot-44-persen-pagi-ini-sebanyak-701-saham-meradang