BISNISMARKET.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal positif mengenai prospek sejumlah bank di Indonesia yang mendekati ambang batas modal inti untuk naik kelas. Prediksi ini mengarah pada kemungkinan dua hingga tiga bank yang saat ini berada di kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV kategori 3 (KBMI 3) akan segera bertransformasi menjadi KBMI 4.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi bahwa beberapa institusi perbankan telah mengajukan permohonan resmi untuk peningkatan kelompok modal inti tersebut. Informasi ini disampaikan Dian saat ia ditemui di lingkungan Mahkamah Agung pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Menurut pandangan OJK, permodalan dari bank-bank yang mengajukan diri tersebut sudah menunjukkan angka yang sangat mendekati persyaratan minimal untuk dikategorikan sebagai bank KBMI 4. Hal ini menunjukkan kesiapan mereka untuk mengambil peran yang lebih besar dalam sistem keuangan.
Dian Ediana Rae menyatakan, "Tahun ini kalau saya perkirakan mungkin sekitar 2 atau 3 (potensi bank naik kelas menjadi KBMI 4),” kata Dian saat ditemui di Mahkamah Agung, Rabu 25 Maret 2026.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa selisih modal yang dibutuhkan bank-bank tersebut untuk mencapai level KBMI 4 kini tinggal sedikit saja. "Sejauh ini beberapa bank sudah mengajukan, hanya angkanya pun kalau dilihat itu sudah tipis sebetulnya, hanya tinggal sedikit saja sudah masuk ke KBMI 4,” jelasnya.
OJK sendiri menyambut baik tren positif ini karena bank yang lebih besar dianggap mampu memberikan daya dorong yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. "Oleh karena itu kita akan dorong karena ini kan lebih sustain dan lebih memiliki daya dorong terhadap perekonomian yang jauh lebih besar lagi,” ungkap Dian.
Dilansir dari Data Biro Riset Infobank (biri) per Oktober 2025, kelompok KBMI 3 saat itu dihuni oleh 15 bank dengan komposisi kepemilikan yang sangat beragam. Kelompok ini mencakup bank BUMN seperti BTN dan BSI, serta pemain swasta seperti CIMB Niaga (Malaysia) dan UOB Indonesia (Singapura).
Kekuatan modal dan jaringan bisnis KBMI 3 terbilang solid, diperkuat kehadiran bank milik konglomerat lokal seperti Bank Mega (CT Corp) dan PaninBank (Grup Panin). Tanpa dominasi layaknya KBMI 4, bank-bank ini berfungsi sebagai mesin pertumbuhan yang stabil dan konsisten di pasar.
Dari segi kinerja, kredit KBMI 3 menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 15,11 persen, mencapai Rp2.278,73 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak 24,02 persen menjadi Rp2.661,43 triliun, menunjukkan intermediasi yang masih bergerak cepat.