JAKARTA, BisnisMarket.com – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, memberikan atensi serius terhadap fenomena melonjaknya harga plastik kemasan di pasar domestik.
Kenaikan harga plastik yang dipicu oleh gangguan rantai pasok global ini dilaporkan mulai menekan stabilitas ekonomi para pelaku usaha kecil di tanah air.
Dalam keterangannya di Kompleks Smesco Indonesia, Kamis (9/4/2026), Menteri Maman menjelaskan bahwa harga plastik di lapangan telah mengalami kenaikan signifikan, berkisar antara 30 hingga 80 persen.
Kondisi ini merupakan dampak domino dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang menghambat distribusi nafta—bahan baku utama plastik berbasis petrokimia.
UMKM Pilih Pangkas Margin Keuntungan
Maman mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku UMKM saat ini berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, biaya produksi melonjak akibat harga kemasan yang mahal, namun di sisi lain, mereka tidak berani menaikkan harga jual produk karena khawatir akan penurunan daya beli masyarakat.
"Pelaku UMKM kita rata-rata memilih untuk menahan harga jual mereka. Dampaknya jelas, keuntungan atau margin mereka jadi menipis karena ongkos produksi yang naik signifikan," ujar Maman.
Sebagai gambaran, plastik yang sebelumnya berharga Rp1.000 kini bisa naik menjadi Rp1.400 hingga Rp1.600 per unit. Bagi UMKM dengan skala produksi besar, akumulasi kenaikan ini sangat membebani arus kas perusahaan.
Langkah Mitigasi Jangka Pendek dan Panjang