BISNISMARKET.COM - Secara ilmiah, telah terbukti bahwa aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki memberikan manfaat substansial bagi kesehatan jantung, terutama dalam upaya mengontrol dan menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah ini bukan hanya terjadi saat beraktivitas, melainkan dapat berlanjut hingga beberapa jam setelah sesi olahraga berakhir.
Fenomena menarik di mana tekanan darah arteri turun di bawah nilai sebelum berolahraga setelah sesi latihan ini memiliki istilah teknis khusus di kalangan medis. Para ahli menyebut kondisi fisiologis ini sebagai post-exercise hypotension (PEH).
Kondisi PEH ini menjadi kunci utama bagi individu yang sedang berjuang melawan hipertensi untuk mendapatkan efektivitas terapi olahraga yang maksimal. Oleh karena itu, penentuan jadwal yang tepat menjadi sangat penting untuk mengoptimalkan manfaat yang didapat.
Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah mengenai penetapan waktu paling ideal untuk melaksanakan sesi jalan kaki tersebut. Tujuannya jelas, yaitu untuk memanfaatkan durasi efek penurunan tekanan darah pasca-latihan ini secara maksimal.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, fakta ilmiah telah lama menunjukkan bahwa aktivitas jalan kaki memberikan dampak positif signifikan terhadap kesehatan kardiovaskular, khususnya dalam menurunkan tekanan darah. Efek penurunan ini bahkan dapat dirasakan hingga beberapa jam setelah sesi olahraga selesai dilakukan.
"Fenomena penurunan tekanan darah pasca berolahraga ini dikenal oleh para ahli dengan istilah spesifik, yaitu post-exercise hypotension," ujar seorang pakar kesehatan. Istilah tersebut merujuk pada kondisi fisiologis di mana tekanan darah arteri menjadi lebih rendah dari nilai sebelum beraktivitas.
Lebih lanjut, penemuan ini mengarah pada kebutuhan untuk mengidentifikasi interval waktu yang paling efektif. "Pertanyaan krusial yang muncul kemudian adalah mengenai penentuan waktu yang paling optimal untuk melakukan jalan kaki," tambah sumber tersebut.
Hal ini dilakukan karena penderita hipertensi perlu menyelaraskan waktu olahraga mereka dengan periode di mana tubuh paling responsif terhadap efek hipotensi yang diinduksi oleh olahraga. Tujuannya adalah untuk mendapatkan manfaat maksimal dari efek hipotensi pasca-latihan tersebut bagi penderita hipertensi.
Penemuan mengenai PEH ini membuka perspektif baru dalam merancang program rehabilitasi kardiovaskular non-farmakologis yang lebih terencana dan terukur oleh para profesional kesehatan.