JAKARTA, BisnisMarket.com - Di tengah kancah internasional yang penuh gejolak, nama Praka Farizal Rhomadhon muncul sebagai simbol keberanian dan dedikasi tanpa batas. Prajurit TNI asal Kodam Iskandar Muda ini gugur dalam menjalankan misi mulia menjaga perdamaian dunia di Lebanon, sebuah pengorbanan tertinggi yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan bangsa Indonesia. Kisah heroiknya, yang diwarnai dengan pengabdian luar biasa dan akhir tragis akibat serangan militer Israel, kini menjadi sorotan, membangkitkan rasa penasaran dan haru pembaca akan sosok di balik seragam loreng.
Profil Tokoh Sang Ksatria Perdamaian dari Tanah Rencong
Praka Farizal Rhomadhon, lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998, adalah prajurit muda yang telah menunjukkan dedikasi tinggi sejak awal kariernya. Ia merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL, yang bertugas di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Penugasannya di zona konflik bukan sekadar menjalankan perintah, melainkan sebuah amanah besar untuk turut serta dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global, sebuah kontribusi nyata Indonesia di kancah internasional.
Sebelum gugur, Praka Farizal tercatat pernah menerima tanda kehormatan bergengsi, yaitu Satyalancana Dharma Nusa (SL Dharma Nusa) serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Penghargaan ini menjadi bukti nyata loyalitas, disiplin, dan pengabdian tanpa cacat yang telah ia tunjukkan selama bertugas sebagai prajurit TNI. Semangat pengabdian inilah yang membawanya mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas internasional yang penuh risiko.
Misi Mulia Berakhir Tragis
Pada Senin, 30 Maret 2026, pengabdian Praka Farizal harus berakhir dalam sebuah insiden memilukan. Saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, pos penjagaan tempatnya bertugas di dekat wilayah Adchit Al Qusayr dihantam serangan artileri militer Israel. Serangan brutal ini merenggut nyawa Praka Farizal di usianya yang masih sangat muda, 28 tahun. Kepergiannya menjadi duka yang mendalam, tidak hanya bagi institusi TNI, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang kehilangan salah satu putra terbaiknya.
"Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr," demikian pernyataan resmi UNIFIL yang mengkonfirmasi insiden tersebut. Kejadian ini sontak memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri RI yang mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.

Mendiang Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda (IM) yang dilaporkan gugur dalam serangan Israel di Wilayah Lebanon saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Garuda, Senin (30/3/2026). (Foto Serambinews/HO)
Keluarga Tercinta: Luka yang Mendalam