BISNISMARKET.COM - Ritual Sa'i merupakan salah satu tahapan fundamental yang harus dilaksanakan oleh setiap jamaah dalam rangkaian ibadah haji. Ibadah ini menuntut pelaksanaan tujuh kali perjalanan bolak-balik di antara dua bukit suci, Safa dan Marwah.
Sa'i bukan sekadar ritual fisik, melainkan sebuah peneladanan mendalam terhadap ketabahan dan kesabaran seorang ibu dalam menghadapi cobaan yang sangat berat. Tindakan ini menjadi simbol ketaatan total kepada perintah Ilahi.
Perintah untuk melaksanakan Sa'i ini berakar kuat pada kisah monumental Siti Hajar, istri dari Nabi Ibrahim, bersama putranya, Nabi Ismail. Kisah ini terjadi saat keduanya ditinggalkan di wilayah Makkah yang saat itu masih berupa gurun pasir yang kering dan sunyi.
Kondisi mereka sangat memprihatinkan karena ditinggalkan tanpa bekal yang cukup untuk bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya, Nabi Ismail kecil mulai menunjukkan tanda-tanda kehausan dan kelaparan yang parah.
Situasi darurat semakin terasa ketika persediaan air susu Siti Hajar mulai menipis drastis, menambah beban keputusasaan sang ibu dalam upayanya mencari sumber kehidupan bagi anaknya yang lemah.
Dalam kondisi yang sangat genting tersebut, Siti Hajar menunjukkan semangat pantang menyerah dan bertekad kuat untuk mencari pertolongan serta sumber air di tengah keterbatasan alam.
Perjalanan mencari pertolongan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal pelaksanaan ritual Sa'i oleh umat Islam hingga saat ini. Ini merupakan penghormatan atas kegigihan seorang ibu.
Kisah perjuangan Siti Hajar ini berpuncak pada keajaiban munculnya mata air Zamzam yang menyegarkan, sebuah mukjizat sebagai balasan atas kesabaran dan ketawakalan mereka.
"Sa'i adalah sebuah rukun yang wajib dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji, sebuah ritual yang melibatkan perjalanan tujuh kali bolak-balik antara dua bukit suci." Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM.