BISNISMARKET.COM - Girl group internasional naungan HYBE dan Geffen Records, KATSEYE, kini menjadi sorotan utama perhatian publik Korea Selatan. Sorotan ini muncul setelah grup tersebut secara resmi mengumumkan jadwal untuk rangkaian tur dunia mereka yang akan datang.

Perbincangan hangat di kalangan netizen Korea Selatan tidak berpusat pada jadwal konser yang telah ditetapkan. Fokus utama kontroversi justru mengarah pada estetika visual yang ditampilkan dalam materi promosi tur tersebut.

Apa yang menjadi inti dari kegaduhan publik ini? Kontroversi ini secara spesifik berpusat pada konsep gaya busana yang dikenakan oleh kelima anggota grup tersebut, yaitu Sophia, Daniela, Lara, Megan, dan Yoonchae.

Beberapa pengamat dan netizen Korea mengemukakan keberatan bahwa tampilan busana dalam materi promosi dianggap terlalu terbuka. Kritik utama menyoroti bahwa pakaian tersebut dinilai menyerupai pakaian dalam.

Momen krusial yang memicu eskalasi perdebatan ini terjadi setelah perilisan poster resmi untuk 'Wildworld Tour'. Perilisan ini menandai babak baru bagi perjalanan karier internasional grup tersebut.

Peristiwa ini terjadi secara spesifik pada hari Rabu, tanggal 13 Mei 2026, ketika agensi HYBE dan Geffen Records secara resmi memperkenalkan poster promosi tur dunia tersebut kepada publik. Ini merupakan tindak lanjut setelah kesuksesan tur mereka sebelumnya, 'The Beautiful Chaos Tour'.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, kontroversi ini menunjukkan adanya benturan antara ekspresi gaya global yang diusung oleh grup dan standar estetika tertentu yang masih berlaku di kalangan netizen Korea.

"Kontroversi berpusat pada tampilan gaya busana kelima anggota—Sophia, Daniela, Lara, Megan, dan Yoonchae—yang dianggap terlalu terbuka dan menyerupai pakaian dalam oleh sebagian netizen Korea," demikian pernyataan yang muncul mengenai inti permasalahan ini.

Perlu dicatat bahwa 'Wildworld Tour' ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tur perdana mereka yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya. Hal ini memberikan konteks bahwa publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap setiap materi visual yang dirilis.