BISNIS MARKET – Kebersihan merupakan sebagian dari iman, dan dalam Islam, hal ini diatur secara detail melalui tuntunan Nabi Muhammad SAW. Mandi bukan sekadar membasahi tubuh dengan air, melainkan sebuah ritual penyucian diri yang memiliki adab dan urutan tertentu agar bernilai ibadah.

Berdasarkan riwayat dari Ummul Mukminin Aisyah RA dan Maimunah RA, terdapat panduan baku mengenai bagaimana Rasulullah SAW melakukan mandi janabah (mandi wajib) dengan sangat efisien namun tetap sempurna secara kesucian.

Urutan Protokol Penyucian Diri

Dalam praktik sehari-harinya, Rasulullah SAW tidak langsung mengguyur seluruh tubuh. Beliau memulai dengan langkah-langkah yang sistematis:

Mencuci Tangan dan Membersihkan Najis: Langkah pertama adalah mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau menggunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan dari segala kotoran atau najis.

Berwudu Secara Sempurna: Sebelum membasahi seluruh tubuh, Nabi SAW melakukan wudu sebagaimana wudu untuk salat. Hal ini menunjukkan bahwa kesucian batin dan lahiriah dimulai dari anggota wudu terlebih dahulu.

Memastikan Air Sampai ke Kulit Kepala: Salah satu poin krusial adalah membasahi rambut. Beliau menyela-nyela pangkal rambut dengan jari-jari yang basah hingga menyentuh kulit kepala, baru kemudian menyiram kepala sebanyak tiga kali.

Mendahulukan Bagian Kanan: Rasulullah memiliki prinsip Tayamun atau mendahulukan bagian kanan dalam segala urusan kebaikan. Beliau menyiram sisi kanan tubuh terlebih dahulu, baru kemudian sisi kiri.

Efisiensi Air Menjadi Sorotan