CILACAP, BisnisMarket.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026). Langkah strategis ini menandai transformasi besar Indonesia dalam memperkuat kedaulatan ekonomi melalui optimalisasi peran Sovereign Wealth Fund (SWF) global.

Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Indonesia kini memosisikan SWF bukan sekadar instrumen investasi pasif. Danantara diarahkan menjadi mesin penggerak strategis yang terintegrasi langsung dengan kebijakan industrialisasi nasional untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi adalah fondasi utama bagi kebangkitan ekonomi nasional. Menurutnya, keberanian untuk mengolah sumber daya alam di dalam negeri merupakan kunci agar Indonesia dapat keluar dari ketergantungan ekspor bahan mentah.

"Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur," ujar Presiden Prabowo.

Senada dengan Presiden, CEO Danantara yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pengelolaan aset negara kini berfungsi sebagai katalis transformasi ekonomi. Ia menekankan pentingnya kedaulatan dalam pengolahan sumber daya untuk mencapai kesejahteraan nasional.

“Kami melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia. Kita tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga harus unggul dalam produksi dan berdaulat dalam pengolahannya,” tutur Rosan.

Langkah Indonesia ini dinilai selangkah lebih maju dibandingkan tren global. Saat ini, banyak negara mulai mengadopsi model SWF sebagai alat strategis domestik. Sebagai perbandingan, Kanada baru saja membentuk SWF Canada Strong Fund pada April 2026, sementara Amerika Serikat dan Inggris juga tengah mengembangkan model serupa untuk memperkuat ketahanan fiskal dan transisi energi.

Berbeda dengan negara-negara tersebut yang masih dalam tahap penguatan desain kelembagaan, Indonesia melalui Danantara telah mengintegrasikan fungsi investasi dengan agenda industrialisasi secara konkret. Pendekatan ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam arah baru pemanfaatan SWF untuk memperkuat rantai pasok industri global.

Groundbreaking 13 proyek strategis ini mencakup berbagai sektor mulai dari energi, mineral, hingga pertanian. Berikut adalah rincian 13 proyek hilirisasi tahap II tersebut: