BISNISMARKET.COM - Langkah strategis Pemerintah Indonesia untuk menyuntikkan dana tambahan ke dalam sistem keuangan disambut positif oleh Bank Mandiri. Bank BUMN ini menegaskan kesiapannya untuk menjadi salah satu ujung tombak penyaluran likuiditas tersebut.

Kebijakan ini merupakan respons pemerintah terhadap kebutuhan untuk menjaga laju stabilitas perekonomian domestik di tengah tantangan yang ada. Bank Mandiri melihat ini sebagai momentum penting untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Adhika Vista, selaku Corporate Secretary Bank Mandiri, mengungkapkan komitmen institusinya dalam mendukung penuh langkah Kementerian Keuangan tersebut. Dukungan ini sejalan dengan upaya menjaga fondasi ekonomi nasional agar tetap kokoh.

"Bank Mandiri mendukung penuh kebijakan penempatan dana tambahan oleh Kementerian Keuangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Adhika Vista dalam keterangan resminya pada Jumat, 27 Maret 2026.

Lebih lanjut, Adhika menjelaskan bahwa pengelolaan dana tambahan ini akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh kehati-hatian oleh Mandiri. Prinsip kehati-hatian (prudent) menjadi landasan utama dalam setiap proses penyaluran dana.

Penekanan utama penyaluran dana tersebut, menurut perwakilan Mandiri, adalah sektor-sektor yang memiliki dampak langsung pada peningkatan kegiatan produktif masyarakat. Fokus utamanya adalah penguatan ekonomi yang berakar kuat pada kerakyatan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan fleksibilitas tinggi terkait mekanisme penggunaan dana tambahan yang disuntikkan tersebut. Skema ini dirancang agar dana tersebut dapat segera ditarik kembali jika kondisi ekonomi menuntut penyesuaian mendadak.

Purbaya menekankan bahwa dorongan tambahan pada perekonomian saat ini masih sangat diperlukan untuk memastikan momentum pemulihan tetap terjaga. Fleksibilitas ini merupakan kunci agar kebijakan fiskal tetap responsif terhadap dinamika pasar.

"Boleh untuk apa aja itu. Karena yang Rp200 triliun sudah ada kan? Ini Rp100 triliun tambahan yang lebih fleksibel. Karena kita lihat masih ada perlu sedikit dorongan dari perekonomian,” ucap Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pertanyaan mengenai alokasi dana.