*BISNIS MARKET*- Rupanya Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC yang diperkenalkan oleh Kementerian Agama RI untuk diimplementasikan di lembaga-lembaga pendidikan (madrasah) gaungnya semakin baik.

Hal ini karena Menag RI Nasaruddin Umar memperkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya sebatas pada lembaga pendidikan dalam hal ini madrasah, tetapi ternyata scope-nya lebih luas, yakni tingkat Asia.

Adanya Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC yang diperkenalkan oleh Kemenag RI sebagai solusi untuk memperkuat pendidikan inklusif, moderasi beragama, dan perlindungan hak-hak minoritas di Asia. 

Adapun pesan ini disampaikan Menag RI Nasaruddin Umar saat dirinya menjadi Keynote Speaker pada Inter Religious Conference on Freedom of Religion and Rights of Religious Minorities in Asia.

Sementara Konferensi tingkat Asia tersebut digelar Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Christian Conference of Asia (CCA) di Auditorium Graha Oikoumene, Jakarta. 

Menag RI Nasaruddin Umar mengapresiasi inisiatif PGI dan CCA yang menurutnya menjadi wadah penting untuk memperkuat dialog lintas iman. 

“Saya ingin mengucapkan penghargaan kepada PGI dan CCA yang menginisiasi dan menyediakan pertemuan penting ini. 

Dedikasi Anda untuk dialog, keamanan, dan keadilan merupakan sumber inspirasi, bukan hanya untuk Asia tetapi juga untuk seluruh dunia,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Rabu (17/9/2025). 

Ia menegaskan bahwa Indonesia kerap dipandang sebagai negara demokrasi dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia.