BISNISMARKET.COM - Kesibukan aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerjaan hingga urusan rumah tangga, kerap kali membuat perempuan mengorbankan waktu istirahat. Kebiasaan begadang demi menyelesaikan tugas atau menikmati waktu luang justru dapat berdampak signifikan pada kesehatan.
Tidur yang berkualitas bukan sekadar memberikan kesegaran saat bangun di pagi hari. Lebih dari itu, istirahat yang cukup berperan vital dalam proses pemulihan tubuh, menjaga fungsi kognitif otak, serta mendukung keseimbangan hormon krusial bagi perempuan.
Perubahan hormon yang dialami perempuan sepanjang hidup, seperti saat siklus menstruasi, kehamilan, hingga menopause, dapat memengaruhi pola tidur. Kondisi ini membuat perempuan lebih rentan mengalami gangguan tidur dibandingkan laki-laki.
"Perempuan mengalami perubahan hormon pada berbagai tahap kehidupan, mulai dari siklus menstruasi, masa kehamilan, hingga menopause," demikian penjelasan yang dilansir dari Healthline.
Ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan regenerasi. Akibatnya, tubuh akan mudah merasa lelah, energi menurun, dan produktivitas sehari-hari pun terganggu.
Dampak kekurangan tidur tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga merambah ke kesehatan mental perempuan. Gangguan tidur dapat memicu perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, dan menurunkan daya tahan tubuh.
"Kualitas tidur berkaitan erat dengan kesehatan mental," menurut informasi dari Office on Women's Health.
Dalam jangka panjang, kekurangan tidur yang berkelanjutan berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit kronis. Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan mental.
Untuk membantu memperoleh tidur yang lebih nyenyak, Sleep Foundation merekomendasikan sejumlah kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah menjaga konsistensi jadwal tidur setiap hari.