BISNISMARKET.COM - KPPN Tanjung Redeb menjelaskan soal realisasi belanja pegawai yang alami lonjakan sejak bulan Juni 2025 lalu, hal ini berbeda dari tahun lalu, karena munculnya pembayaran Gaji ke 13 bagi PNS dan Polri.
Viera Martina Rachmawati, selaku Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Redeb, menjelaskan jika belanja pegawai yang terealisasi yaitu pada kisaran Rp59,3 miliar atau sekitar 51,68 persen dari pagu yang tembus hingga Rp114,7 miliar sampai Juni 2025.
“Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 15,11 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” ucap Viera Martina Rachmawati dikutip dari laman Berauterkini.co.id, di Kantor KPPN Tanjung Redeb, pada hari Selasa (13/8/2025).
Selain itu, menurutnya hingga Juni 2025 maka realisasi belanja pegawai mengalami pertumbuhan atau kenaikan, hal ini karena belanja pegawai tidak mengalami efisiensi.
Terlebih, ia mengungkapkan realisasi belanja pegawai yang berada di bulan Juni 2025 yang meliputi pembayaran Gaji ke 13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Polri sekitar Rp 5,96 miliar.
“Pembayaran gaji ke 13 tersebut artinya dalam membantu persiapan masuk sekolah bagi anak-anak para pegawai yang juga menimbulkan suatu multiplier effect dalam menstimulasi kegiatan ekonomi pada masyarakat dengan adanya pembelanjaan oleh pegawai mengenai persiapan anak-anak masuk sekolah,” ucapnya.
Menurutnya berbeda yang memiliki realisasi belanja barang yang mengalami penurunan karena munculnya program efisiensi.
Di mana, realisasinya sekitar Rp44,6 miliar atau 37,03 persen dari pagu yang mencapai Rp120,5 miliar. Angka tersebut terkontraksi 50,61 persen secara yoy.
“Tetapi, realisasi belanja barang tersebut telah semakin membaik, pada akhir semester I tahun 2025, karena telah mulai ada pembukaan blokir sebagian pagu pada DIPA satker, sehingga semakin banyak kegiatan yang bisa dijalankan oleh satker,” ucapnya.