BISNISMARKET.COM - PT Chitose Internasional Tbk (CINT), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal pertama tahun 2026. Peningkatan signifikan terlihat baik pada sektor penjualan maupun laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,98 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 21% jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada kuartal I 2025 yang tercatat sebesar Rp1,6 miliar.
Sementara itu, total penjualan perseroan ikut terkerek naik 6% secara tahunan (YoY). Penjualan mencapai Rp114 miliar pada kuartal awal tahun ini, melampaui perolehan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp107 miliar.
Pencapaian positif ini disebut merupakan refleksi dari peningkatan kinerja operasional perusahaan serta keberhasilan implementasi strategi yang telah dirancang sebelumnya. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi langkah perusahaan ke depan dalam menghadapi tantangan pasar.
Direktur CINT, R Nurwulan Kusumawati, menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan merupakan hasil identifikasi solusi atas kinerja tahun sebelumnya guna mengoptimalkan hasil di tahun berjalan. "Kinerja Perseroan pada kuartal I 2026 mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi berkelanjutan serta komitmen untuk memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Nurwulan, dalam siaran pers yang dirilis pada Senin, 04 Mei 2026.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, perusahaan akan memprioritaskan fokus pada bisnis inti (core business) dan loyalitas pelanggan. Segmen produk yang menjadi fokus utama adalah produk untuk sektor pendidikan dan perkantoran.
Namun, di luar bisnis inti tersebut, CINT juga tengah menjajaki diversifikasi ke segmen baru yang dinilai prospektif, salah satunya adalah sektor kesehatan atau healthcare. Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pasar yang lebih luas dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen saja.
Sebagai pendukung strategi diversifikasi dan pengembangan produk, perusahaan telah mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp15 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan produk, peningkatan produktivitas, serta mendorong efisiensi dan efektivitas proses manufaktur.
Nurwulan menambahkan bahwa perusahaan juga melakukan revitalisasi teknologi untuk mendukung pengembangan di seluruh segmen produk, disesuaikan dengan kebutuhan pasar, permintaan konsumen, dan tren industri terkini. Salah satu inovasi unggulan adalah pengembangan produk C-Pro Airmate menjadi berbagai produk kreatif seperti matras rumah sakit, kasur bayi, hingga bantal leher.