BISNISMARKET.COM - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menunjukkan pemulihan fundamental keuangan yang solid selama kuartal pertama tahun 2026. Penguatan ini terlihat jelas dari perbaikan rasio utang terhadap modal (DER) yang berhasil ditekan menjadi 0,99x per akhir Maret 2026.
Pencapaian neraca keuangan yang lebih sehat ini menjadi landasan penting bagi WEGE dalam mempertahankan ketahanan operasional. Selain itu, langkah ini juga memperkuat disiplin pengelolaan keuangan perusahaan di tengah tantangan sektor konstruksi yang masih dinamis.
Selama periode Januari hingga Maret 2026, perusahaan membukukan total pendapatan sebesar Rp213,62 miliar. Angka tersebut didukung oleh perolehan laba bruto yang tercatat mencapai Rp10,63 miliar dari berbagai proyek yang sedang berjalan.
Dalam menghadapi kondisi industri yang fluktuatif, WEGE memprioritaskan efisiensi pada seluruh lini operasional. Fokus utama perusahaan adalah pada pengelolaan risiko yang ketat serta optimalisasi portofolio proyek yang dinilai lebih selektif dan sehat dari sisi arus kas.
Total liabilitas perusahaan berhasil dikendalikan, turun menjadi Rp1,92 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan posisi liabilitas pada akhir tahun 2025 yang masih berada di level Rp2,07 triliun.
Penurunan beban keuangan juga menjadi kontributor utama membaiknya kinerja neraca, di mana beban keuangan WEGE turun menjadi Rp3,79 miliar. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,84 miliar.
Dari sisi likuiditas, kemampuan WEGE dalam memenuhi kewajiban jangka pendek juga meningkat, tercermin dari rasio lancar (current ratio) yang mencapai 1,80x. Rasio ini lebih baik dari posisi 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar 1,72x.
Pendapatan lain-lain perusahaan juga menunjukkan tren positif, meningkat menjadi Rp17,91 miliar pada kuartal I 2026 dari sebelumnya Rp12,09 miliar di kuartal I 2025. Peningkatan ini salah satunya ditopang oleh kontribusi dari ventura bersama yang mencapai Rp6,14 miliar.
Sejalan dengan penguatan finansial tersebut, WEGE juga berhasil mengamankan kontrak baru senilai Rp464,67 miliar hingga Maret 2026. Proyek-proyek baru tersebut mencakup pembangunan sekolah, halte BRT Medan, RSUD Rupit, serta pembangunan hunian ASN dan Kementerian PUPR.