BISNISMARKET.COM - PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) melaporkan adanya penurunan signifikan pada kinerja laba bersih mereka selama kuartal I tahun 2026. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp207,63 juta, atau setara dengan Rp0,26 per saham pada periode tersebut.

Angka laba bersih ini menunjukkan pelemahan yang cukup tajam, yakni merosot sebesar 59,76% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada kuartal I 2025, SPRE berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp516,01 juta dengan perolehan laba per saham sebesar Rp0,65.

Penurunan kinerja ini terkonfirmasi dalam data keuangan perusahaan per 31 Maret 2026, di mana penjualan neto SPRE tercatat sebesar Rp10,96 miliar. Nilai penjualan tersebut mengalami kontraksi tipis sebesar 3,59% dari realisasi penjualan neto pada kuartal I 2025 yang mencapai Rp11,37 miliar.

Kontributor utama yang mendorong pendapatan perusahaan berasal dari penjualan sprei set, yang menyumbang sebesar Rp6,97 miliar dari total penjualan. Sementara itu, produk bedcover menyusul dengan kontribusi pendapatan senilai Rp2,43 miliar.

Sisanya, pendapatan SPRE juga didukung oleh penjualan badan bantal dan guling yang menyumbang Rp886,75 juta, serta segmen aksesoris rumah tangga yang memberikan pemasukan Rp678,03 juta.

Secara geografis, wilayah operasional Riau menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi SPRE selama kuartal pertama tahun 2026. Riau menyumbang Rp5,78 miliar, atau sekitar 52,78% dari total keseluruhan penjualan perusahaan.

Wilayah Sumatera Barat juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai Rp4,63 miliar (42,26%), sedangkan wilayah Jambi menyumbang sisanya sebesar Rp543,83 juta, atau 4,96% dari total penjualan.

Meskipun beban pokok penjualan Perseroan berhasil ditekan tipis menjadi Rp6,86 miliar dari sebelumnya Rp6,93 miliar, penurunan angka penjualan tetap memberikan dampak negatif pada laba kotor. Akibatnya, laba kotor tercatat turun menjadi Rp4,10 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,44 miliar.

Manajemen SPRE juga mencatat adanya peningkatan pada pos beban usaha yang kini mencapai Rp3,73 miliar pada kuartal I 2026. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan beban pajak penghasilan sebesar Rp168,96 juta dan beban pajak tangguhan sebesar Rp59,36 juta.