BISNISMARKET.COM - PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada kuartal pertama tahun ini. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai angka US$ 24,14 juta.
Angka laba tersebut menunjukkan pertumbuhan substansial sebesar 35,16 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal I tahun 2025 yang tercatat sebesar US$ 17,86 juta.
Pertumbuhan laba ini didukung oleh peningkatan signifikan pada sisi pendapatan perusahaan sepanjang kuartal pertama tahun berjalan. Pendapatan BUMI naik dari US$ 348,7 juta menjadi US$ 417,6 juta, sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dilansir dari CNBC Indonesia, meskipun terjadi peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan dari US$ 297,5 juta menjadi US$ 334,8 juta. Hal ini menyebabkan laba kotor perusahaan ikut terkerek naik dari posisi US$ 51,2 juta menjadi US$ 82,8 juta.
Selanjutnya, setelah memperhitungkan pos beban usaha yang juga meningkat dari US$ 23,3 juta menjadi US$ 33,7 juta, laba usaha BUMI tercatat tumbuh signifikan. Laba usaha berhasil melompat dari US$ 27,9 juta menjadi US$ 49,05 juta.
Kinerja laba bersih juga menunjukkan tren positif, di mana laba bersih periode berjalan naik dari US$ 30 juta menjadi US$ 41,09 juta. Kenaikan ini terjadi setelah dikurangi pos laba setelah pajak penghasilan yang bertambah dari US$ 30,81 juta menjadi US$ 43,6 juta, serta dikurangi bagi hasil sebesar US$ 2,5 juta.
Direktur BUMI, Christopher Fong, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan ini adalah peningkatan volume produksi dan penjualan. Menurutnya, peningkatan ini berhasil mengompensasi penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 10% sehingga mendorong ekspansi marjin operasi dan profitabilitas yang lebih tinggi di seluruh lini usaha.
"Peningkatan volume produksi dan penjualan, dipadukan dengan perbaikan signifikan pada strip ratio, berhasil mengompensasi penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 10% sehingga mendorong ekspansi marjin operasi dan profitabilitas yang lebih tinggi di seluruh lini usaha," ujar Direktur BUMI Christopher Fong.
Christopher Fong menambahkan bahwa kinerja keuangan yang solid ini merefleksikan operating leverage yang melekat dalam model bisnis Bumi Resources. Ekspansi marjin ini ditopang oleh volume produksi dan penjualan batubara yang meningkat, serta perbaikan struktural pada strip ratio yang memperbaiki ekonomi per ton di seluruh operasi tambang utama Perseroan.