JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya siapa yang paling sering memanfaatkan layanan pinjaman online (Pinjol) di Indonesia? Apakah mereka yang gemar belanja barang mewah, atau justru mereka yang sedang terdesak kebutuhan? Jawabannya mungkin akan mengubah pandangan Anda sepenuhnya. Di tengah gempuran kemudahan akses keuangan digital, muncul fakta menarik yang mengungkap siapa kelompok utama penggunanya dan alasan mendasar di balik keputusan mereka meminjam dana secara daring.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (16/6), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis temuan menarik lewat Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026. Dalam laporan tersebut, teridentifikasi dengan jelas bahwa kaum milenial menduduki posisi teratas sebagai pengguna layanan pinjaman online atau yang akrab disapa Pinjol. Data ini menjadi sorotan utama karena menunjukkan pola perilaku keuangan yang khas dari generasi ini.

Kepepet: Alasan Nomor Satu

Banyak orang mengira pinjaman online dipakai untuk gaya hidup, namun data membuktikan sebaliknya. "Kebutuhan mendesak menjadi faktor utama masyarakat memanfaatkan layanan pinjaman online," ungkap hasil survei APJII. Sebanyak 22,8 persen atau hampir seperempat pengguna mengaku mengambil pinjaman karena situasi darurat. Mulai dari biaya pengobatan dan perawatan kesehatan yang mendadak, kebutuhan untuk menutup utang lama agar tidak bertambah bunganya, hingga keperluan tak terduga lain yang tidak bisa ditunda lagi. Di sini terlihat jelas bahwa bagi sebagian besar pengguna, pinjol adalah solusi cepat saat kondisi keuangan sedang sulit dan tidak ada jalan keluar lain.

Penuhi Kebutuhan Hidup Sehari-hari

Alasan kedua yang paling banyak dipilih adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, dengan persentase mencapai 18,3 persen. Ini menunjukkan bahwa bagi sebagian masyarakat, pendapatan yang diterima kadang belum cukup untuk menutupi biaya hidup harian seperti makan, listrik, air, dan kebutuhan pokok lainnya. Pinjaman online hadir sebagai penolong sementara untuk menambal kekurangan tersebut, mengingat proses pencairannya yang cepat dan persyaratannya yang relatif mudah dibandingkan lembaga keuangan konvensional.

Kemudahan Beli Barang Tanpa Kartu Kredit

Di urutan ketiga, ada kebutuhan untuk membeli barang dengan sistem cicilan tanpa menggunakan kartu kredit, mencapai 17,6 persen. Banyak orang yang belum memiliki akses ke kartu kredit atau tidak ingin terikat aturan bank, memilih jalur ini untuk memiliki barang elektronik, perabot rumah tangga, atau kebutuhan lainnya. Kemudahan akses ini membuat layanan pinjol dianggap sebagai alternatif pembiayaan yang praktis dan tidak ribet.

Sayangnya, halaman kedua berita ini belum dapat diakses sepenuhnya sehingga rincian data dan analisis lebih mendalam belum bisa disajikan. Namun, dari data yang ada, tergambar jelas bahwa pinjaman online bukan sekadar soal gaya hidup boros, melainkan lebih banyak berkaitan dengan ketidaksiapan dana darurat dan tekanan ekonomi sehari-hari.