BISNISMARKET.COM - PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif pada awal tahun 2026. Perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp20,29 miliar sepanjang kuartal I 2026.

Angka laba tersebut menunjukkan peningkatan fantastis sebesar 1.467% jika dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu kuartal I 2025 yang tercatat sebesar Rp1,29 miliar. Kenaikan laba yang dramatis ini menjadi sorotan utama dalam perkembangan finansial AKPI.

Lonjakan laba ini didukung oleh sejumlah faktor fundamental yang tercermin dalam laporan keuangan Maret 2026 yang diumumkan pada hari Selasa, 5 Mei 2026. Salah satu penopang utama adalah perbaikan signifikan pada pos pendapatan operasi lain-lain.

Menurut data yang dipublikasikan, pendapatan operasi lain-lain AKPI pada kuartal I 2026 berhasil menyentuh angka Rp7,43 miliar. Hal ini kontras dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan justru mencatatkan beban operasi lain-lain sebesar Rp12,46 miliar.

"Lonjakan laba Perseroan, menurut laporan keuangan Maret 2026 yang diumumkan, Selasa 5 Mei 2026, didukung antara lain oleh pendapatan operasi lain-lain sebesar Rp7,43 miliar pada kuartal I 2026," demikian dicatat dalam dokumen resmi perusahaan.

Selain itu, efisiensi dalam pengelolaan utang juga turut berkontribusi besar terhadap peningkatan profitabilitas AKPI. Beban keuangan perusahaan berhasil ditekan secara substansial sepanjang kuartal pertama tahun 2026 ini.

Beban keuangan AKPI mengalami penurunan sebesar 13,46%, dari semula Rp16,86 miliar pada kuartal I 2025, menjadi hanya Rp14,59 miliar pada kuartal I 2026. Penurunan beban ini memberikan ruang lebih besar bagi laba bersih perusahaan.

Faktor lain yang mendongkrak laba adalah optimalisasi pada pos perpajakan, di mana beban pajak penghasilan AKPI juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Beban pajak tercatat turun 28,4% menjadi Rp3,24 miliar di kuartal I 2026, menurun dari Rp4,52 miliar di kuartal I 2025.

Dilansir dari STOCKWATCH.ID, meskipun laba meroket, total penjualan bersih AKPI mengalami sedikit kontraksi, turun 1,17% menjadi Rp720,59 miliar pada kuartal I 2026 dari Rp729,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan domestik tercatat turun 10,6% menjadi Rp359,57 miliar.