JAKARTA, BisnisMarket.Com - Di tengah kesibukan dunia yang fana, pernahkah Anda membayangkan dua momen suci dari agama berbeda hadir dalam satu waktu? Di tahun 2026, sebuah fenomena langka terjadi: bulan Ramadhan bagi umat Muslim beririsan dengan masa Prapaskah bagi umat Katolik. Sebuah simfoni spiritual yang menggugah hati, mengajak kita merenungkan makna kebersamaan dan toleransi.

Harmoni dalam Ibadah: Ketika Dua Tradisi Bertemu

Februari hingga Maret 2026 menjadi saksi bisu indahnya keberagaman. Umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan, menahan diri dari lapar dan dahaga, serta meningkatkan ketakwaan. Di saat yang sama, umat Katolik menjalani masa Prapaskah, berpuasa dan berpantang sebagai bentuk pertobatan dan persiapan menyambut Paskah.

"Dengan irisan waktu tersebut, Februari hingga Maret 2026 diperkirakan menjadi bulan yang sarat makna spiritual bagi umat Katolik dan Muslim di seluruh dunia," dilansir dari Kompas.com (20/2).

Surabaya Bergetar: "War Takjil" Jadi Simbol Toleransi

Di Kota Pahlawan, Surabaya, momen ini terasa begitu istimewa. Umat Katolik tak hanya merasakan kedamaian Prapaskah, tetapi juga ikut serta dalam meramaikan suasana Ramadhan. Fenomena "war takjil" menjadi pemandangan unik, di mana semua orang berburu jajanan lezat untuk berbuka puasa.

Natalia Rossa Handini, seorang warga Surabaya lulusan Sarjana Humaniora Universitas Airlangga, merasakan makna mendalam dari kebersamaan ini. "Maknanya bagiku adalah orang-orang semakin tahu bahwa Katolik itu sebenarnya mirip Islam," ujarnya kepada Kompas.com. Ia menambahkan bahwa momen ini menjadi pembuktian bahwa semua agama memiliki akar yang sama, yaitu menyembah Tuhan yang Esa.


Potret suasana war takjil di wilayah Surabaya Barat pada hari pertama puasa ramadhan pada Kamis (19/2/2026) (Foto KOMPAS.com/Adinda Trisaeni Nur Sabrina)

Lebih dari Sekadar Puasa: Pengendalian Diri dan Pemurnian Hati