JAKARTA, BisnisMarket.com- Selama tiga hari terakhir, nilai tukar rupiah offshore mencatatkan volatilitas yang signifikan, seiring dengan respons pasar terhadap ketegangan politik di Timur Tengah dan langkah-langkah intervensi yang diambil oleh Bank Indonesia.
Pergerakan rupiah dalam periode ini berkisar antara Rp16.883 hingga Rp16.943 per dolar AS, bahkan sempat mencapai Rp16.982 pada dini hari waktu Indonesia, yang dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS sebesar 0,55% ke level 99,31.
Fluktuasi ini semakin diperparah dengan lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.
Minyak mentah Brent, misalnya, tercatat melonjak 4,93% menjadi US$85,41 per barel pada hari ini. Kenaikan harga minyak tersebut menjadi salah satu tekanan utama bagi pasar Asia, termasuk Indonesia.
Menurut Serena Tang, seorang strategis dari Morgan Stanley, dampak kenaikan harga komoditas minyak yang berkepanjangan dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi global, karena inflasi yang terus meningkat.
"Jika guncangan harga minyak berlangsung cukup lama dan menekan pertumbuhan ekonomi, kita bisa kembali melihat situasi seperti yang terjadi pada periode 2021–2023, di mana saham dan obligasi mengalami aksi jual besar-besaran," ujar Serena dalam wawancaranya dengan media internasional pada Minggu (8/3/2026).
Dari dalam negeri, meski Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tetap, hal ini justru menambah kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.
Pasalnya, dengan asumsi harga minyak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel, setiap lonjakan harga minyak sebesar US$15 berpotensi meningkatkan beban subsidi BBM hingga Rp150 triliun dalam setahun.
Volatilitas rupiah yang terjadi belakangan ini tak terlepas dari intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Hari ini, BI dijadwalkan untuk mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia yang pada Januari lalu tercatat sebesar US$154,6 miliar, atau setara dengan Rp2.596 triliun.