BISNISMARKET.COM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bersiap membagikan dividen tunai kepada para investornya, sebuah momentum yang dinantikan menjelang periode libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. Pembagian keuntungan ini menandai komitmen perseroan terhadap pemegang saham.
Jadwal cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi telah ditetapkan jatuh pada hari Selasa, 17 Maret 2026. Tanggal ini menjadi penanda penting bagi investor yang ingin memastikan haknya sebelum memasuki masa liburan.
Sementara itu, periode cum dividen di pasar tunai akan berlangsung lebih lambat, yaitu pada 26 Maret 2026. Tanggal ini juga ditetapkan sebagai recording date, yaitu hari penentuan resmi siapa saja yang berhak menerima bagian keuntungan perusahaan.
Investor yang namanya tercatat pada recording date tersebut dipastikan akan menerima pencairan dividen pada tanggal 7 April 2026. Momen pencairan ini terasa seperti "THR" tambahan bagi para pemegang saham, menyemarakkan suasana menjelang hari raya.
Keputusan pembagian dividen ini telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada hari Senin, 9 Maret 2026. RUPST merupakan forum krusial untuk menentukan arah strategis perseroan.
Dalam rapat tersebut, BNI menyetujui pembagian dividen tunai dengan total fantastis mencapai Rp13,03 triliun. Jumlah ini setara dengan 65% dari total laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku 2025, yakni sebesar Rp20,04 triliun.
Besaran imbal hasil yang akan diterima setiap pemegang saham adalah Rp349,41 per lembar saham. Penetapan ini menunjukkan upaya BNI dalam menyajikan imbal hasil yang kompetitif dan menarik bagi para investor yang telah menanamkan modalnya.
"Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk memberi nilai tambah bagi para pemegang saham, sekaligus memastikan kinerja perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Kebijakan pembagian dividen yang signifikan ini juga merupakan strategi untuk menjaga ruang ekspansi bisnis yang sehat bagi BNI. Sisa laba ditahan akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis ke depan.