BISNISMARKET.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat khusus kepada Menteri Pariwisata (Menpar) untuk meningkatkan aktivitas promosi pariwisata nasional menjelang momentum libur Lebaran yang akan datang. Instruksi ini menekankan perlunya kehadiran langsung di lapangan.

Fokus utama dari arahan tersebut adalah memastikan bahwa potensi destinasi wisata unggulan Indonesia dapat terekspos secara maksimal kepada masyarakat, baik domestik maupun mancanegara. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan selama periode liburan panjang tersebut.

Salah satu poin penting dari strategi ini adalah rencana kunjungan masif yang harus dilakukan oleh jajaran Kementerian Pariwisata. Targetnya adalah menyentuh sebanyak 118 titik lokasi wisata yang dianggap memiliki daya tarik signifikan.

Permintaan ini mencerminkan urgensi pemerintah dalam mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional pasca-pandemi. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk menciptakan perputaran uang yang signifikan.

"Presiden meminta Menpar untuk aktif turun langsung ke berbagai destinasi wisata dan mempromosikan potensi pariwisata Indonesia jelang libur Lebaran," demikian poin utama dari arahan tersebut.

Instruksi ini menegaskan bahwa promosi tidak cukup hanya dilakukan melalui media digital atau konferensi pers semata, melainkan harus disertai dengan kunjungan fisik dan interaksi langsung di lokasi wisata. Hal ini bertujuan untuk memberikan sentuhan personal dalam upaya pemasaran.

Rencana kunjungan ke 118 titik ini merupakan bagian dari persiapan matang pemerintah untuk menyambut lonjakan pergerakan wisatawan yang secara historis selalu terjadi selama periode hari raya besar seperti Idulfitri.

Pemerintah berharap dengan promosi yang intensif dan terstruktur menjelang Lebaran, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Wartaekonomi. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.