BISNISMARKET.COM - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap jaringan peredaran zat terlarang dalam bentuk yang tidak biasa. Pengungkapan ini fokus pada peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate yang dikemas secara terselubung.

Modus operandi yang digunakan oleh para pelaku adalah menyamarkan zat berbahaya tersebut dalam bentuk cairan elektronik atau vape. Langkah ini diduga dilakukan untuk mengelabui petugas dan masyarakat luas mengenai substansi yang diedarkan.

Pengungkapan kasus besar ini disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Metro Jakarta Utara. Pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang terlibat dalam jaringan distribusi ilegal tersebut.

Nilai total barang bukti yang berhasil disita dari pengungkapan kasus ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 1,5 miliar. Jumlah ini menunjukkan skala operasi peredaran narkotika yang berhasil diputus oleh pihak berwajib.

Proses penangkapan bermula dari serangkaian penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh tim penyidik kepolisian. Serangkaian upaya pengintaian dan pengumpulan data telah dilakukan sebelum tindakan penangkapan dilakukan.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap seorang tersangka yang diidentifikasi dengan inisial FIS. Tindakan represif ini dilaksanakan pada hari Selasa, tepatnya tanggal 2 Juni 2026, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputro, memberikan keterangan resmi mengenai keberhasilan operasi ini. Beliau menggarisbawahi pentingnya penindakan tegas terhadap peredaran narkotika ilegal.

"Ada dua orang pelaku yang kami tangkap terkait dengan kasus bernilai Rp 1,5 miliar tersebut," ujar AKBP Ari Galang Saputro, menjelaskan jumlah tersangka yang diamankan dalam operasi tersebut.

Dilansir dari JakartaHype.com, hasil penyelidikan intensif mendahului penangkapan yang dilakukan oleh jajaran Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara. Investigasi ini menjadi kunci utama untuk membongkar jaringan tersebut.