Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengawali perdagangan akhir pekan dengan tren negatif pada Jumat (27/2). Berdasarkan data RTI Infokom, indeks domestik tersebut merosot 40,3 poin atau setara 0,49 persen ke posisi 8.211. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang cukup masif sejak bel pembukaan perdagangan dimulai.
Pada menit-menit awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 8.093 sebelum akhirnya sedikit merangkak ke angka tertinggi 8.214. Tercatat sebanyak 15,1 miliar lembar saham berpindah tangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp6,56 triliun. Aktivitas pasar terpantau cukup dinamis dengan frekuensi perdagangan yang menembus angka 784 ribu kali.
Kondisi pasar pagi ini didominasi oleh pergerakan harga saham yang mayoritas berada di zona merah. Sebanyak 384 saham tercatat melemah, sementara hanya 187 saham yang berhasil menguat dan 169 saham lainnya bergerak stagnan. Situasi ini menunjukkan adanya tekanan yang cukup kuat terhadap indeks di tengah dinamika pasar modal terkini.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG sebenarnya masih memiliki peluang untuk menguat ke rentang 8.440 hingga 8.650. Namun, ia mengingatkan para pelaku pasar agar tetap mewaspadai potensi adanya koreksi lanjutan ke area 8.081-8.149. Herditya memproyeksikan pergerakan indeks hari ini akan berada di level support 8.025 serta 7.861 dan resistance 8.408 serta 8.596.
Menyikapi fluktuasi pasar tersebut, Herditya memberikan beberapa pilihan saham yang layak dicermati oleh para investor. Sejumlah emiten yang direkomendasikan untuk perdagangan hari ini antara lain BBRI, BKSL, ENRG, dan MDKA. Strategi ini diharapkan dapat membantu investor memitigasi risiko di tengah potensi koreksi yang sedang membayangi lantai bursa.
Senada dengan itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji menyebutkan IHSG sedang membentuk fase bullish consolidation. Meskipun indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun indikator RSI memberikan sinyal positif yang didorong oleh kenaikan volume perdagangan. Nafan memprediksi indeks akan bergerak pada level support 8.142 dan 8.060, dengan resistance di 8.329 dan 8.408.
Nafan menyarankan investor untuk mulai mengakumulasi saham-saham pilihan yang memiliki fundamental solid serta valuasi yang masih tergolong murah. Fokus utama sebaiknya diarahkan pada saham yang menunjukkan tanda-tanda pembalikan tren dengan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko. Untuk perdagangan hari ini, ia merekomendasikan saham ARCI, AUTO, dan EXCL sebagai pilihan bagi para pelaku pasar.
Sumber: Cnnindonesia