JAKARTA, BisnisMarket.com - Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, menjalin kerjasama dengan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dalam meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN melalui pendekatan Three Lines Model.

Acara FGD Series #3 bertajuk "Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN" ini berlangsung di Financial Hall, Jakarta, dan menghadirkan para narasumber dari berbagai kalangan, termasuk Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN, Edi Eko Cahyono, serta praktisi GRC (Governance, Risk, and Compliance), yang berbagi pengetahuan terkait implementasi tata kelola yang baik.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyatakan bahwa penerapan Three Lines Model dalam pengelolaan TJSL merupakan bagian dari komitmen IFG untuk membangun tata kelola yang semakin kuat dan terintegrasi di seluruh level organisasi.

"Dalam forum ini, IFG bersama BP BUMN mendorong penguatan peran dan fungsi pengendalian di setiap lini dalam pengelolaan TJSL. Program TJSL tidak hanya sebuah aktivitas sosial atau objek audit, namun harus menjadi nilai strategis yang harus dikelola secara profesional, terukur, dan akuntabel. Hal ini penting untuk memitigasi risiko dan membangun kepercayaan dengan semua pemangku kepentingan," ujar Denny S. Adji.

Pendekatan Three Lines Model ini mengedepankan peran masing-masing lini dalam mengelola risiko dan tata kelola.

Mulai dari lini pertama (pemilik risiko), lini kedua (fungsi manajemen risiko dan kepatuhan), hingga lini ketiga (audit internal), seluruhnya berperan aktif dalam memastikan tidak ada celah dalam pengendalian, serta meminimalisir potensi silo antar fungsi.

Edi Eko Cahyono, Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN, turut memberikan apresiasi terhadap sinergi yang tercipta antara regulator dan BUMN dalam mengimplementasikan program TJSL yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.

"Kerja sama antara BP BUMN dan IFG menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa setiap program TJSL yang dijalankan tidak hanya bermanfaat, namun juga memberi dampak yang terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Edi.

Melalui FGD Series #3 ini, IFG kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan risiko dan tata kelola yang berintegritas, sehingga dapat memberikan nilai lebih dalam program TJSL BUMN yang menjadi fondasi utama bagi pencapaian tujuan sosial dan lingkungan yang lebih baik di masa depan.