Langkah besar dalam industri hulu migas nasional kembali tercatat melalui dimulainya tahap implementasi Final Investment Decision (FID) proyek Lapangan Gas Mako. Proyek strategis yang berlokasi di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas ini, menjadi harapan baru bagi pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia. Sinergi antara pemerintah dan para kontraktor diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan produksi gas bumi secara signifikan.

Acara peresmian tonggak sejarah ini berlangsung di Kantor SKK Migas, Jakarta, pada Senin (2/3) dengan dihadiri sejumlah tokoh penting industri energi. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo memimpin langsung seremoni yang menandai dimulainya fase implementasi investasi tersebut. Hadir pula perwakilan dari Direktorat Jenderal Migas, PT PLN EPI, serta Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai mitra pendanaan strategis.

Lapangan Gas Mako dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL) dengan dukungan penuh dari PT Nations Natuna Barat di bawah naungan Arsari Group. Kerja sama ini mencakup rangkaian fase teknis yang kompleks mulai dari Pre-FID pada tahun 2025 mendatang. Rencana pengembangan ini melibatkan proses engineering, pengadaan, pengeboran, hingga instalasi fasilitas lepas pantai sebelum mencapai tahap operasional penuh.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa keputusan investasi ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. "Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial," ungkap Djoko dalam sambutannya. Beliau juga memastikan bahwa SKK Migas akan mengawal ketat agar proyek berjalan tepat waktu dan tetap mematuhi standar keselamatan kerja.

CEO Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo, menyatakan optimisme tinggi terhadap keberlangsungan proyek ini demi memperkuat kedaulatan energi nasional. Beliau menekankan bahwa keterlibatan pihaknya didukung oleh pengalaman panjang di sektor migas serta struktur pembiayaan yang sangat solid dari perbankan nasional. "Kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara," tutur Hashim.

Kepastian komersialisasi gas dari Lapangan Mako telah terjamin melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (GSA) dengan PT PLN Energi Primer Indonesia sebagai offtaker. Langkah ini sangat krusial karena menjamin penyerapan seluruh produksi gas untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di tanah air. Chairman Conrad Asia Energy, Peter Botten, juga memuji kolaborasi lintas instansi yang membuat proyek ini akhirnya berhasil mencapai tahap FID.

Target produksi pertama atau First Gas dijadwalkan akan terealisasi pada November 2027 setelah melewati fase commissioning dan start-up. Keberhasilan proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi industri hulu migas, tetapi juga bagi keberlanjutan ekonomi nasional. Melalui tata kelola yang profesional, Lapangan Gas Mako diproyeksikan menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi Indonesia di masa depan.

Sumber: Cnnindonesia

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260304091907-625-1334101/skk-migas-dan-wnel-resmi-mulai-tahap-fid-proyek-gas-mako-di-wk-duyung