BISNISMARKET.COM - Nama Prajogo Pangestu kini identik dengan salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia yang bergerak lintas sektor, mulai dari petrokimia, energi, hingga pertambangan.
Perjalanan bisnisnya tidak dibangun secara instan, melainkan melalui akumulasi pengalaman panjang dari industri kayu hingga menjadi pemain besar di pasar modal dan energi terbarukan.
Karier bisnis Prajogo Pangestu bermula di industri kayu pada era 1970-an. Ia membangun reputasi di sektor ini hingga akhirnya mendirikan grup yang menjadi cikal bakal kerajaan bisnisnya, yaitu Barito Pacific.
Pada masa itu, industri kayu menjadi salah satu sektor strategis di Indonesia. Keberhasilannya mengelola bisnis ini membuat Barito Pacific tumbuh menjadi perusahaan besar yang kemudian menjadi fondasi ekspansi ke sektor lain.
Salah satu langkah paling penting dalam perjalanan bisnisnya adalah masuk ke sektor petrokimia melalui kepemilikan dan pengembangan Chandra Asri Petrochemical.
Chandra Asri menjadi salah satu produsen petrokimia terbesar di Indonesia, memproduksi bahan baku industri seperti etilena dan polimer yang menjadi tulang punggung banyak industri manufaktur.
Akuisisi dan restrukturisasi perusahaan ini sempat menjadi sorotan karena kompleksitas transaksi dan besarnya nilai investasi yang terlibat.
Dalam jangka panjang, sektor petrokimia ini menjadi salah satu mesin utama pendapatan grup Prajogo, terutama ketika permintaan bahan baku industri meningkat seiring pertumbuhan ekonomi domestik.
Dalam satu dekade terakhir, gurita bisnis Prajogo berkembang pesat ke sektor energi, terutama panas bumi dan listrik melalui Barito Renewables Energy serta kepemilikan aset energi panas bumi melalui Star Energy Geothermal.