BISNISMARKET.COM - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengumumkan pencapaian laba bersih kuartalan pertama sepanjang sejarah perusahaan pada Selasa, 28 April 2029. Peristiwa ini menandai titik balik penting dalam perjalanan finansial ekosistem digital tersebut.
Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan menunjukkan perkembangan positif dan berada di jalur yang tepat untuk memenuhi proyeksi setahun penuh yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan yang diterapkan GOTO.
Pada periode pelaporan Januari hingga Maret 2026, GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar. Angka ini merupakan pembalikan signifikan dari kerugian besar yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp367 miliar.
Lebih lanjut, kinerja keuangan GOTO diperkuat dengan tercatatnya EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp907 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini mengindikasikan bahwa perusahaan berada di jalur yang konsisten untuk mencapai target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh, yakni berkisar antara Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian historis ini. "Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami," ucapnya.
Hans Patuwo melanjutkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari upaya keras seluruh tim dalam mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus menjaga disiplin biaya. "Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha," kata Hans Patuwo, Selasa 28 April 2029.
Ia juga menekankan peran vital para mitra pengemudi dalam pencapaian positif ini. "GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia," tambah Hans.
GOTO berhasil menunjukkan peningkatan skala operasional yang sehat, ditandai dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (ATU) sebesar 22% mencapai 69 juta pengguna. Pendapatan bersih perusahaan juga melonjak signifikan sebesar 26% secara tahunan (YoY) menjadi Rp5,3 triliun.
Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh peningkatan GTV inti Grup yang melesat 65% menjadi Rp138 triliun, sementara total GTV naik 63% menjadi Rp236 triliun. Selain itu, GOTO berhasil mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun pada periode tersebut.