TEHERAN, BisnisMarket.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih pagi ini setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas eskalasi serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran sejak akhir Februari lalu.

Ratusan Kapal Terjebak, Pasokan Dunia Terancam

Berdasarkan data pelacakan kapal MarineTraffic, hingga hari ini diperkirakan lebih dari 300 kapal tanker pengangkut minyak mentah dan Gas Alam Cair (LNG) terjebak di pintu masuk Selat Hormuz dan Teluk Oman. Situasi di lokasi dilaporkan sangat mencekam setelah adanya ancaman terbuka dari pihak Iran untuk menyerang kapal mana pun yang nekat melintas.

Setidaknya lima kapal tanker dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden di sekitar selat, dengan laporan jatuhnya korban jiwa. Jalur yang biasanya menyalurkan sekitar 21 juta barel minyak per hari (20-30% konsumsi dunia) kini praktis lumpuh total.

Harga Minyak Dunia "Meledak"

Pasar energi global bereaksi seketika terhadap penutupan ini. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam melampaui angka $100 per barel, dan sejumlah analis memperkirakan harga bisa menembus $200 per barel jika blokade berlangsung lebih dari satu minggu.

Kawasan Asia, termasuk China, India, dan Korea Selatan, menjadi pihak yang paling rentan karena sekitar 80% impor energi mereka bergantung pada jalur ini.

Kondisi Indonesia: Kapal Pertamina Terjebak