JAKARTA, BisnisMarket.com - Dunia tambang ilegal kembali menghebohkan Sumatera Utara (Sumut). Sebuah operasi penggerebekan besar-besaran mengungkap aktivitas tambang emas yang selama ini tersembunyi di balik hutan lebat dan jalan berliku. Apa sebenarnya yang terjadi di balik kegiatan ilegal ini? Bagaimana mereka bisa meraup keuntungan besar setiap hari? Mari kita telusuri fakta-fakta mengejutkan dari penggerebekan yang mengguncang kawasan Mandailing Natal ini.

Pengungkapan Berawal dari Informasi Masyarakat

Dilansir dari Kompas.com (4/3), pengungkapan tambang emas ilegal di Madina bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas pengerukan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan VIII. Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan, "pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait aktivitas pengerukan tambang ilegal di kawasan HPT tersebut." Setelah dua pekan melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menemukan dua unit ekskavator yang digunakan untuk menambang emas, meski sempat mendapat hambatan saat proses penyitaan.

Medan Menuju Lokasi Sangat Berat dan Berbahaya

Perjalanan menuju lokasi tambang tidaklah mudah. Rantau Isnur Eka, Dansat Brimob Polda Sumut, menjelaskan bahwa akses ke lokasi hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki karena kondisi jalan yang curam dan rusak. "Dari permukiman warga, perjalanan memakan waktu sekitar 3,5 jam dengan sepeda motor, dan bisa lebih dari 12 jam jika ditempuh dengan berjalan kaki," ujarnya. Di tempat tersebut, polisi menemukan tumpukan batu, pasir, tanah, serta tenda yang diduga digunakan sebagai tempat tinggal sementara para pekerja.

Puluhan Pekerja dan Ekskavator Disita

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 17 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal. Meski peran mereka masih didalami, polisi menyita 14 ekskavator yang digunakan untuk menambang. Sonny Irawan, Wakapolda Sumut, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendalami siapa otak di balik kegiatan ini, termasuk memeriksa pihak perusahaan penyedia alat berat tersebut. "Ini akan kita dalami terus, dan saksi yang kita temukan akan kita kembangkan," katanya.

Keuntungan Fantastis dari Tambang Ilegal

Salah satu titik tambang yang paling aktif berada di Sungai Batang Gadis, tepatnya di Desa Panabari, Kecamatan Tanotombangan. Dari lokasi ini, polisi memperoleh informasi bahwa aktivitas tambang berlangsung selama dua hingga tiga minggu dan mampu menghasilkan omzet 100 gram emas setiap hari. Sonny menyebutkan, "Dari satu titik tersebut, bisa menghasilkan lebih kurang 100 gram emas secara ilegal." Keuntungan besar ini tentu menjadi daya tarik utama bagi para pelaku, meskipun berstatus ilegal dan merusak lingkungan.