TEHERAN, BisnisMarket.com — Badai politik kembali mengguncang internal Team Melli menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terakbar di dunia. Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, secara resmi telah merilis daftar final 26 pemain yang akan berangkat ke Piala Dunia 2026.

Namun, kejutan terbesar muncul dari hilangnya nama sang penyerang andalan sekaligus pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah negara tersebut, Sardar Azmoun. 

Pencoretan striker berusia 31 tahun yang kini merumput di klub Uni Emirat Arab (UEA), Shabab Al-Ahli, dikonfirmasi bukan sekadar masalah teknis atau cedera biasa. Berbagai laporan media internasional menyebutkan bahwa penyingkiran Azmoun didasari oleh motif politik yang sangat kuat.

Penyerang yang pernah membela AS Roma dan Bayer Leverkusen itu kini dicap "tidak loyal" dan mendapat label sebagai "pengkhianat negara" oleh otoritas Iran. 

Kronologi Foto Bersama Penguasa Dubai

Pemicu utama kemarahan publik dan pemerintah Iran berakar dari unggahan media sosial Azmoun pada Maret lalu. Dalam postingan tersebut, ia memamerkan foto pertemuannya dengan Wakil Presiden UEA sekaligus Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. 

Unggahan tersebut dinilai sangat tidak sensitif mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah saat itu sedang membara, di mana posisi hubungan bilateral regional tengah memanas. Langkah Azmoun bertandang dan berfoto dengan pemimpin negara tetangga dianggap sebagai bentuk pembangkangan politik. 

Tak hanya dicoret dari keikutsertaan kompetisi internasional, tindakan tegas pemerintah dikabarkan ikut meluas hingga penyitaan sejumlah aset milik sang pemain yang berada di dalam negeri. 

Intervensi Wakil Presiden Iran yang Berujung Sia-sia