PARIS, BisnisMarket.com - Dalam sebuah langkah strategis yang signifikan, Fincantieri Group dari Italia dan REPUBLIKORP, perusahaan induk industri pertahanan swasta terbesar di Indonesia, telah mengumumkan kemitraan jangka panjang. Kesepakatan ini secara resmi ditandatangani melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, 16 Juni lalu, di sela-sela acara Eurosatory 2026 di Paris.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Eugenio Santagata, General Manager Fincantieri Naval Vessels Division, bersama Norman Joesoef selaku Chairman dan Founder REPUBLIKORP Group yang mewakili anak usahanya, PT Republik Palindo Internasional (RPAL). MoU ini menjadi fondasi awal bagi rencana pembentukan usaha patungan (joint venture) yang bertujuan memperkuat sektor perkapalan nasional Indonesia.

Kemitraan ini secara spesifik diarahkan untuk mendukung upaya penguatan kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui pemanfaatan keahlian Fincantieri dalam pembangunan kapal dan teknologi maritim canggih. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas cakupan industri antara Indonesia dan Italia dalam spektrum pertahanan laut.

Fokus utama kemitraan strategis ini adalah pembangunan berbagai jenis kapal angkatan laut yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Rencananya, joint venture ini akan mendukung pengembangan kemampuan produksi lokal untuk platform maritim vital.

Platform tersebut mencakup Landing Platform Dock (LPD), Landing Helicopter Dock (LHD), fregat dan korvet multi-misi, serta kapal patroli lepas pantai (OPV) untuk pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif. Selain itu, kerja sama ini juga menyasar pembangunan kapal serang cepat hingga kapal selam masa depan Indonesia.

Aspek krusial dari kerja sama ini adalah pengembangan kapabilitas industri nasional melalui transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan yang intensif. Inisiatif ini akan mendorong peningkatan kompetensi dalam rekayasa, desain, integrasi sistem, dan proses produksi melalui program pelatihan terstruktur.

Pierroberto Folgiero, CEO dan Managing Director Fincantieri, menegaskan komitmen perusahaan terhadap kemitraan ini sebagai kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin baik dengan TNI Angkatan Laut. "Kami berkomitmen mendukung pengembangan kemampuan industri nasional serta berkontribusi pada terciptanya ekosistem maritim yang lebih tangguh melalui keahlian kami," ujarnya.

Norman Joesoef menambahkan bahwa penjajakan kemitraan ini selaras dengan visi kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui kolaborasi internasional yang seimbang. "Bersama Fincantieri, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan talenta lokal dan membangun ekosistem pertahanan kawasan yang lebih kuat," tegasnya.

Melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten serta penguatan industri pendukung domestik, kemitraan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perannya dalam rantai pasok industri perkapalan global di masa mendatang.