BISNISMARKET.COM - Artis ternama Prilly Latuconsina baru-baru ini menjadi sorotan utama publik saat ia turut serta dalam perhelatan budaya yang sakral. Momen tersebut terjadi ketika ia menghadiri acara Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang diselenggarakan di Pura Mangkunegaran, Surakarta.
Kehadiran Prilly dalam ritual tahunan tersebut menandai partisipasi perdananya dalam gelaran budaya yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Jawa. Acara ini selalu dinanti dan dilaksanakan setiap memasuki tahun baru Jawa berdasarkan kalender Saka.
Penampilan Prilly saat menghadiri perayaan budaya tersebut sontak mencuri perhatian publik dan media massa yang hadir di lokasi. Daya tarik utamanya terletak pada busana elegan yang ia kenakan, memadukan tradisi dan sentuhan modernitas.
Ia tampak sangat anggun dalam balutan kebaya brokat berwarna hitam pekat, yang secara cermat dipadukan dengan elemen-elemen khas busana tradisional Jawa. Pemilihan warna hitam ini memberikan kesan formal namun tetap memancarkan keanggunan.
Kebaya yang dikenakan oleh aktris tersebut diketahui merupakan hasil rancangan dari desainer ternama Indonesia, Didiet Maulana. Desain kebaya tersebut mengusung model kutubaru yang merupakan salah satu pakem busana tradisional Jawa.
Keistimewaan utama dari kebaya rancangan Didiet Maulana ini terletak pada bagian lengan yang didesain dengan detail menerawang. Desain tersebut berhasil memberikan interpretasi kontemporer tanpa menghilangkan esensi penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, Prilly Latuconsina baru saja menjadi pusat perhatian publik saat ia menghadiri acara sakral Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Surakarta.
Disebutkan pula bahwa ini merupakan kali pertama bagi sang aktris untuk berpartisipasi dalam ritual tahunan yang sangat penting tersebut, sebagaimana dikabarkan oleh JAKARTAHYPE.COM.
Penampilan anggun Prilly dalam gelaran budaya tersebut langsung mencuri sorotan utama karena busana yang ia kenakan, yaitu kebaya brokat berwarna hitam pekat yang dipadukan dengan elemen tradisional Jawa.