JAKARTA, BisnisMarket.com - Tradisi mudik saat Lebaran 2026 kembali memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran diperkirakan menciptakan perputaran uang sekitar Rp135 triliun, atau setara 0,56 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Walaupun jumlah pemudik diprediksi tidak sebanyak tahun lalu, momentum Lebaran tetap dinilai mampu menjaga pergerakan ekonomi di berbagai sektor.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyebut bahwa periode Ramadan dan Lebaran tetap menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.

Ia menilai target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada kuartal I-2026 masih memiliki peluang besar untuk tercapai.

Menurutnya, dorongan ekonomi tidak hanya berasal dari aktivitas mudik, tetapi juga dari dampak libur akhir tahun yang masih terasa pada awal kuartal pertama serta percepatan belanja pemerintah sejak awal tahun.

Jumlah Pemudik Turun, Dampak Ekonomi Sedikit Berkurang

Wijayanto menjelaskan bahwa potensi perputaran uang saat Lebaran tahun ini kemungkinan sedikit lebih rendah dibandingkan 2025. Hal tersebut dipengaruhi oleh penurunan jumlah pemudik yang diperkirakan sekitar 2 hingga 5 persen.

Selain itu, perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang juga ikut memengaruhi tingkat konsumsi selama musim mudik.

Meski demikian, nilai belanja masyarakat selama Lebaran tetap diperkirakan mencapai sekitar Rp135 triliun, angka yang masih cukup besar untuk memberikan dorongan terhadap perekonomian nasional.