BISNISMARKET.COM - Grab Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui implementasi program strategis "Kota Masa Depan" di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk mempercepat transformasi digital bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Inisiatif utama dari program ini adalah memfokuskan pada percepatan adopsi teknologi digital di kalangan UMKM setempat. Diharapkan, dengan pendigitalisasian ini, kontribusi sektor UMKM terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarmasin dapat meningkat secara signifikan.
Program "Kota Masa Depan" sendiri bukanlah inisiatif yang baru, melainkan telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2021. Program ini menunjukkan adanya kesinambungan upaya Grab dalam mendukung ekosistem bisnis digital di Indonesia.
Sejak diluncurkan, program ini telah membuktikan keberhasilannya dalam menjangkau basis pelaku usaha yang luas. Tercatat, lebih dari 200 ribu pelaku UMKM di total 17 kota di seluruh Indonesia telah berhasil terintegrasi dalam ekosistem digital Grab.
Kehadiran dan penguatan program ini di Banjarmasin menegaskan kembali posisi Grab dalam mendorong inklusivitas ekonomi pada level akar rumput. Digitalisasi menjadi kunci utama untuk memastikan UMKM dapat bersaing di era ekonomi modern.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, fokus pada Banjarmasin ini sejalan dengan visi Grab untuk menciptakan kota-kota yang lebih maju secara digital. Program ini menyediakan pelatihan dan akses pasar yang lebih luas melalui platform teknologi.
Digitalisasi UMKM bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membuka peluang baru untuk pertumbuhan pendapatan usaha. Hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha dan penerimaan daerah.
Pihak Grab sendiri menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mencapai tujuan bersama. "Inisiatif ini berfokus pada percepatan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diharapkan turut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)," demikian ditegaskan dalam keterangan resmi program tersebut.
Lebih lanjut, komitmen jangka panjang Grab dipertegas melalui pernyataan mengenai skala program. "Program 'Kota Masa Depan' ini sendiri telah berjalan sejak tahun 2021 dan telah berhasil menjangkau lebih dari 200 ribu pelaku UMKM di total 17 kota di seluruh Indonesia," bunyi pernyataan tersebut.