JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Nama Sudaryono kini menjadi sorotan publik setelah dikabarkan akan mengisi posisi strategis sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Nanik S Deyang yang telah mengajukan pengunduran diri. P
ernyataan Nanik S Deyang yang menyebutkan penggantinya adalah sosok yang sudah dikenalnya dengan baik, memicu spekulasi kuat tertuju pada Sudaryono. Spekulasi ini semakin menguat mengingat keduanya berada dalam lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985 ini memiliki akar kuat dari keluarga petani. Latar belakang ini diyakini membentuk kedekatannya dengan sektor pertanian dan pembangunan ketahanan pangan nasional.
Perjalanan pendidikan Sudaryono terbilang cemerlang. Ia merupakan lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara angkatan 2000–2003. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di bidang Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang (2004–2009).
Tidak berhenti di situ, ia memperdalam ilmunya dengan mengambil gelar Magister Administrasi Bisnis di Swiss German University (2015–2018) dan meraih gelar doktor di bidang keuangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2023.
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Sudaryono telah menorehkan jejak karier yang panjang. Sepulang dari Jepang pada tahun 2010, ia dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto selama kurang lebih lima tahun.
Mengenal Jejak Karier Sudaryono, Sosok Wamentan yang Gantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN
Kedekatan ini berlanjut hingga ia aktif di Partai Gerindra, di mana ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra periode 2020–2025 dan saat ini dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.
Di sektor profesional, Sudaryono mengawali kariernya sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energi pada tahun 2014. Pada tahun 2018, ia memimpin Garuda TV sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Kini, Sudaryono dikaitkan dengan posisi Kepala Badan Gizi Nasional. Lembaga ini memiliki peran krusial dalam merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan pemenuhan gizi nasional, termasuk mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.***