JAKARTA, BISNISMARKET.COM -Peluncuran jajaran iPhone 18 Series semakin dinantikan para penggemar gawai besutan Apple. Selain spesifikasi dan desain, perkiraan harga perangkat terbaru ini menjadi sorotan, dengan prediksi kenaikan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Sejumlah laporan mengindikasikan Apple kemungkinan akan menaikkan harga iPhone 18 Pro saat peluncuran resmi. Kenaikan ini disebut-sebut dipicu oleh membengkaknya biaya produksi.
Khususnya untuk komponen memori (RAM) yang mengalami lonjakan permintaan akibat pesatnya industri kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini turut memengaruhi harga berbagai perangkat elektronik global.
Perkiraan awal menempatkan harga iPhone 18 Pro di kisaran mulai 1.299 dolar AS untuk pasar global. Dengan kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS, harga ini setara dengan Rp21,1 juta sebelum dipotong pajak dan biaya distribusi.
Jika merujuk pada perkiraan tersebut, harga iPhone 18 Pro saat resmi dipasarkan di Indonesia berpotensi berada di rentang Rp23 juta hingga Rp27 juta. Angka ini akan sangat bergantung pada kapasitas penyimpanan yang dipilih, serta besaran pajak dan biaya impor yang berlaku di Tanah Air.
Selain lonjakan harga komponen memori, iPhone 18 Pro dikabarkan akan dibekali sejumlah peningkatan teknologi yang secara inheren meningkatkan biaya produksi.
Peningkatan ini mencakup penggunaan chipset terbaru A20 Pro, RAM 12 GB sebagai konfigurasi standar, modem C2 untuk konektivitas yang lebih cepat dan stabil, serta dukungan komunikasi satelit 5G.
Sektor kamera juga dilaporkan mengalami pembaruan signifikan melalui teknologi variable aperture. Fitur ini memungkinkan kamera menyesuaikan bukaan lensa secara dinamis sesuai kondisi cahaya, menghasilkan foto yang lebih tajam dan efek bokeh yang lebih natural.
Peningkatan pada layar yang lebih terang, baterai berkapasitas lebih besar, serta penyempurnaan desain juga disebut menjadi faktor penambah biaya produksi.